Soto Tangkar Warung Happy Serpong, Maknyooss!

oleh

Palapanews.com – Anda Soto Lovers, pastinya tak asing lagi dengan Soto Tangkar, salah satu jenis soto Khas Betawi yang tak kalah enaknya untuk santapan makan.

Bila Anda sedang berada tak jauh dari kawasan Serpong, bisa mampir makan siang di taman jajan Samsat BSD Serpong. Di sana ada Warung Happy yang menyediakan kuliner Soto Tangkar. Rasanya maknyooss lah!

Soal harga pastinya nggak bakal menguras kantong, cukup dengan Rp 20.000, saja Anda sudah bisa mendapatkan spaket hidangan semangkuk Soto Tangkar, sepiring nasi putih plus emping, dan segelas teh tawar panas.

Melihat kuwah Soto Tangkar Warung Happy yang medok  bikin selera makan meningkat, potongan kecil-kecil daging tangkarnya berasa banget, enak, sedeepp nyoss. Sajiannya pun cukup apik, tak kalah dengan resto. Warung buka pagi hingga sore hari.

Untuk informasi, ini kata widkipedia: Soto Tangkar adalah makanan Betawi. Nama tangkar sendiri adalah sebutan untuk iga sapi dalam bahasa Betawi pada zaman penjajahan Belanda dan sampai sekarang masih dipergunakan, meskipun sudah jarang diketahui oleh generasi saat ini.

Menurut sejarahnya, pada zaman penjajahan Belanda, ketika para meneer belanda akan mengadakan pesta, mereka biasanya memotong sapi untuk pesta tersebut. Para meneer akan menyisahkan bagian-bagian tertentu dari sapi yang dipotong untuk diberikan kepada para pekerja diantaranya adalah, bagian kepala, bagian dalam (paru-paru, usus, babat, dll.) serta iga.

Oleh para pekerja tersebut bagian-bagian itu diolah menjadi makanan yang beragam dan salah satu bagian yaitu iga diolah menjadi makanan yang khas, iga tersebut direbus atau dimasak selama kurang lebih dua jam, setelah itu dimasukkan bumbu atau rempah-rempah, seperti kunyit, lada, daun sereh, daun salam dan santan kelapa. Maka jadilah makanan yang berkuah yang disebut Soto Tangkar.

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi hanya mampu membeli tangkar berupa potongan iga yang berdaging sedikit, karena bagian daging sapi yang lain sudah diambil oleh masyarakat penjajah Belanda. (bd)

 

 

Komentar Anda

comments