Penataan DAS Ciliwung, Ini 3 Agenda Pemkot Bogor

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Korem 061/Suryakancana dibantu Komunitas Peduli Ciliwung dan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terus berkomitmen melakukan penataan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang melintasi Kota Bogor.

Dalam pilot project itu, tim akan fokus melakukan penataan mulai dari Kampung Pulo Geulis, Babakan Pasar hingga wilayah Sempur atau sepanjang 5 kilometer.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, ada tiga agenda besar dalam rangka penataan DAS Ciliwung ini. Agenda pertama, yakni normalisasi Sungai Ciliwung

“Kita petakan apa saja persoalan-persoalannya mulai dari sampah, IPAL dan yang lainnya. Kita lihat apa yang bisa dilakukan untuk jangka pendek, menengah dan panjang,” ungkap Bima.

Selanjutnya, kata Bima, pihaknya juga fokus penanganan dan pengelolaan sampah dengan melibatkan dan memobilisasi warga, sehingga persoalan sampah yang ada di sepanjang aliran Sungai Ciliwung dapat terselesaikan.

“Nanti akan ada teknologi dan formula khusus untuk memobilisasi warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Jadi, akan didorong agar sampah-sampah yang warga hasilkan memiliki nilai ekonomis,ÔÇŁ jelasnya.

Agenda terakhir dalam rangka penataan DAS Ciliwung adalah Kampung Tematik. Bima menyatakan akan fokus melakukan penataan di Pulo Geulis Kelurahan Babakan Pasar yang menurut Bima memiliki potensi yang luar biasa dan penuh nilai sejarah, nilai kultural dan menjadi pusat contoh kebersamaan dalam keberagaman.

ÔÇťKampung ini terbelah oleh Sungai Ciliwung. Selain letak geografisnya yang cantik, nilai sejarah dan kebudayaannya juga sangat kental di Pulo Geulis. Akan kami tata sebagai bagian dari destinasi wisata Ciliwung agar warga sekitar juga merasakan dampak ekonomi,ÔÇŁ terang Bima yang di dampingi Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf. Mohammad Hasan dan Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung.

Program jangka pendek, Pemerintah Kota Bogor bersama berbagai elemen akan melakukan pembersihan memberikan pesan kepada semua, bagaimana menjadikan sungai sebagai pekarangan depan.

“Untuk melarang warga agar tidak membuang sampah dan tidak mencuci di sungai, kita harus mempersiapkan opsi-opsi. Kita lihat dinas mana yang bisa melakukan langkah segera,” pungkas Bima.

Sementara itu, menurut Kolonel Inf. Mohammad Hasan, program yang coba dijalankan Pemkot Bogor bersama jajaran Korem 061 sejalan dengan agenda Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia yang menginginkan percepatan penataan kembali DAS Ciliwung guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka ketahanan nasional. (hms/red)

Komentar Anda

comments