DPR Kritik Akses Jalan Venue Asian Games Cabor Pentathlon di Tangerang

oleh -975 views

Palapanews.com- Komisi X DPR RI meninjau venue Asian Games 2018 cabang olahraga (Cabor) Pentathlon di Yayasan Adria Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dalam tinjauannya anggota DPR tersebut mengkritisi akses jalan menuju lokasi pertandingan.

Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mengatakan, akses jalan menuju lokasi venue Pentathlon sangat memprihatinkan, dimana area sangat sempit untuk dilalui.

“Akses dari jalan besar dalam hal ini tol kemudian ke lokasi Pentathlon ini masih memprihatinkan, kita saja susah untuk datang kesini,” ujar Fikri, saat meninjau venue Asian Games 2018 Cabor Pentathlon di Yayasan Adria Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, bersama rombongan, Kamis 12 Juli 2018.

Fikri menjelaskan, pihaknya mengimbau agar Inasgoc segera berkoordinasi dengan kementerian yang berkaitan untuk memperluas akses jalan tersebut.

“Kita minta kepada penyengggara dalam hal ini Inasgoc, segera berkoordinasi dengan Kemenpora untuk minta kepada kementerian lain, mungkin kalau perlu Kementerian PU atau Kemendagri, segera segera diperluas jalannya. Ini harus selesai,” tegas Fikri.

Dari dialog sementara dengan Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Tangerang Komarudin, Fikri menambahkan, akses pelebaran jalan tersebut akan diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Namun, lanjutnya, Pemda setempat terlambat mendapatkan informasi terkait ditunjuknya Yayasan Adria Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, sebagai venue Asian Games 2018 Cabor Pentathlon.

“Dari dialog sementara, pemerintah daerah terlambat diberitahunya (penunjukan venue) sekitar bulan Februari atau Maret akhir, sehingga tidak bisa mengalokasikan dananya melalui APBD untuk akses jalan itu,” jelas Fikri.

Fikri menambahkan, beruntung masalah itu dapat terselesaikan, berkat adanya sektor swasta yang membantu.

“Alhamdulillah ini bisa diatasi oleh CSR BJB dengan dana lebih dari Rp2 miliar dikucurkan. Saya kira sebuah terobosan dan gerak cepat dari Pemda, namun ini juga harus ada kejelasan Inasgoc atau Kemenpora,” pungkas Fikri.

Fikri menuturkan, pelaksanaan Asian Games harus meliputi empat kesuksesan yakni sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses ekonomi, sukses prestasi.

“Pemda setempat sudah berusaha semaksimal mungkin. Mestinya dipersilahkan dong untuk setidaknya menunjukkan karya-karya masyarakat disini apakah itu handicraft yang bisa dipamerkan atau dijual kepada mereka, kalau kemudian boleh maka mestinya sudah siap,” pungkasnya.

Menyambut perhelatan pesta olahraga empat tahunan sekali yakni Asian Games pada Agustus 2018 yang diadakan di Jakarta-Palembang, Yayasan Adria Pratama Mulya (APM), Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mulai berbenah. Yayasan tersebut terpilih menjadi lokasi pertandingan pada perlombaan Pentathlon yang terdiri dari lima nomor yakni, laser and run, renang, berkuda dan anggar. (rik)

Komentar Anda

comments