Tangisan Warga Binaan saat Lebaran di Rutan Kelas I Tangerang

oleh -

Palapanews.com- Hasan (35), warga binaan Rutan Kelas I Tangerang,  tak kuasa menahan air matanya usai melaksanakan salat Ied di Rutan. Tangis harunya lantaran dirinya harus melewati tahun pertama momentum lebarannya di dalam rutan sebagai warga binaan pemasyarakatan setelah tersangkut kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Air mata Hasan pun bahkan tak mampu tertahan lagi, saat melihat anak pertamanya yang baru berusia 4 bulan datang bersama sang istri ketika menjenguk dirinya untuk merayakan lebaran dengan membawa berbagai macam makanan khas idulfitri seperti nastar, kue keju dan ketupat sayur.

“Saya senang, saya kira enggak akan kesini, ternyata datang sama anak saya,” ujar Hasan, Jumat (15/6).

Raut kebahagian Hasan pun akhirnya terpancar saat melihat sang anak. Dirinya langsung memeluk buah hatinya dan juga sang istri yang mengenakan kerudung hitam.

Tak hanya Hasan, bahkan satu dari 10 warga binaan yang mendapatkan hadiah khusus dengan remisi kategori RK2 yakni, M. Abdul turut bergembira, saat keluarga besarnya menjemput dirinya usai mendapatkan pengumuman sebagai salah satu napi yang bebas saat momen lebaran.

“Senang bisa pulang. Saya juga bersyukur bisa masuk sini, karena dari sini saya belajar untuk menjadi orang baik. Keluarga jemput ramai. Senang, ada ibu sama bapak, adik-adik juga ada. Ibu juga Bawa makanan lebaran buat teman-teman saya yang masih di dalam,” jelas Abdul.

Abdul sendiri harus mendekam dipenjara selama dua tahun setelah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Kabupaten Tangerang. Pria berusia 21 tahun ini meluapkan kebahagiaannya dengan sujud syukur setelah dua tahun sebelumnya harus merayakan hari raya di dalam rutan.

Sementara, kebahagiaan tersebut nyatanya tak dirasakan semua warga binaan. Hal itu lantaran, ribuan warga binaan lainnya tidak dijenguk oleh keluarganya. Seperti, SH yang hanya bisa melihat rekan-rekannya yang dijenguk keluarga dari balik besi pembatas.

“Belum tahu, belum ada kabar, sabar aja,” katanya.

Sementara, Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Dedy Cahyadi mengatakan, hal tersebut memang wajar terjadi, dimana terdapat warga binaan yang sedih lantaran tak dijenguk keluarga saat momentum hari raya.

“Wajar saja, tapi disini kita berikan mereka rasa kekeluargaan juga dengan petugas yang berbaur bersama mereka, serta ada beberapa hidangan lebaran. Kita atur emosionalnya supaya tidak sedih,” jelas Dedy.

Dalam momen tersebut, pihaknya pun memberikan remisi pada 500 narapidana dengan usulan 516. Dimana dari ratusan tersebut terdapat 10 narapidana yang diberikan remisi langsung bebas. (rik)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.