Zaki Ajak Ulama Jaga Keutuhan Tangerang

 

Palapanews.com- Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) bersama dengan para Alim Ulama, serta Tokoh Agama yang berlokasi di Pendopo Bupati Tangerang. Selasa, (13/2).

Bupati Zaki mengatakan, jika dirinya berkeyakinan aparat di Kabupaten Tangerang selalu menjaga keamanaan ulama, kyai, dan santri, serta menjaga kerukunan, keutuhan dan ketertiban di Kabupaten Tangerang.

“Pada dasarnya islam itu damai dan tentram karena islam itu Rahmatan Lillalamin jangan sampai ada tindakan yang melebihi kewajaran, kita harus jaga ukhuwah yang ada di masyarakat jangan samapi kita menelan bulat- bulat informasi yang masih belum jelas sumber dan kebenarannya, apalagi baca dan lihat berita dimedsos,” imbuh Zaki.

Zaki menambahkan, dirinya menitipkan kepada para alim ulama agar menjaga umat dan mengademkan apabila ada sesuatu hal yang gaduh di masyarakat. Ia juga menghimbau juga kepada para Camat agar mengantisipasi dinamika sosial yang ada di masyarakat dan harus cepat tanggap apabila ada hal-hal yang membuat gesekan dan gaduh dimasyarakat.

Moch. Ues Nawawi selaku Ketua Umum MUI Kabupaten Tangerang mengatakan, maraknya isu tentang orang gila yang melakukan penganiayaan terhadap ulama menjadi keresahan di kalangan ulama, kyai, asatidz dan kalangan pondok pesantren, sehingga saat ini sejumlah warga dan santri merasa harus ekstra waspada dengan banyaknya isu yang mengancam keamanan ulama dan ustadz seperti yang terjadi di beberapa daerah seperti di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

“Kami berharap para ulama dan umaro bisa saling bersinergi dan berkoordinasi demi mencegah sejak dini terkait isu penganiayaan dan penyerangan ulama, serta kepada polisi, serta seluruh lapisan masyarakat bisa saling terus menjaga keamanan agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Ues.

Adapun peran-peran Majelis Ulama Indonesia menurut Ues diantaranya, memberikan fatwa dan nasehat keagamaan dalam masalah sosial kemasyarakatan kepada pemerintah dan iman Islam Indonesia sebagai amar ma’ruf nahi munkar dalam usaha meningkatkan ketahanan nasional, memperkuat ukhuwah Islamiyyah dan melaksanakan kerukunan antar umat beragama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional, dan MUI adalah penghubung antara ulama dan umaro dan umat Islam di Indonesia guna mensukseskan pembangunan nasional.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombespol Sabilul Alif mengungkapkan, apabila ada hal-hal yang menyangkut masalah agama atau apapun terutama yang membuat rawan gesekan kita harus benar-benar mengantisipasi agar tidak terjadi gesekan anatara umat beragama, dan lagi apabila menerima berita atau informasi yang belum jelas sumbernya serta asalnya jangan dahulu disebarluaskan, malah nantinya akan membuat gaduh masyarakat.

“Ulama dan kyai harus jadi corong penengah dan pendingin umat ditengah situasi yang sedang memanas akhir-akhir ini baik di Kabupaten Tangerang sendiri maupun secara nasional, mari sama-sama kita menjunjung tinggi bingkai Kebihnekaan dengan Pancasila dan Bihneka Tunggal Ika,” ungkapnya. (ydh)

Komentar Anda

comments