Terima Keluhan, DPRD Tangsel Pantau PPDB Online

oleh -

Palapanews.com- Carut marut proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi perhatian Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Terlebih, banyak orangtua calon peserta didik yang melaporkan ihwal kacaunya proses PPDB di kota perdagangan dan jasa itu.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel, Eeng Sulaeman mengatakan Komisi II turut serta memantau jalannya proses PPDB 2017 di Kota Tangsel. Kata dia, pengawasan penting mengingat penerapan PPDB sistem online baru pertama kali diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

“Kita banyak menerima laporan dari orangtua calon peserta didik. Mulai dari server website PPDB Online yang down, sampai NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang tidak terdaftar di sistem. Ini menjadi perhatian,” katanya menjelaskan di Serpong, kemarin.

Banyaknya masalah pada PPDB 2017 ini, menurut dia membuktikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel belum siap menjadi pelaksana. Hal ini, diakuinya menjadi catatan bagi Komisi II DPRD Kota Tangsel untuk selanjutnya bakal dilakukan evaluasi untuk perbaikan sistem.

“Saya pun sempat menerima keluhan dari masyarakat, dan ini tentunya menjadi catatan bagi kami untuk meninjau lebih lanjut lagi soal sistem pendaftaran online ini,” ungkapnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan bahwa dalam kejadian tersebut sebenarnya sistem yang disiapkan oleh Pemkot Tangsel sudah baik, hanya saja tak berjalan maksimal. Belum lagi, banyak juga orangtua peserta didik yang belum tahu sistem pendaftaran online.

“Sosialisasi kurang, karena sampai hari ini banyak orangtua siswa yang tidak mengerti cara mendaftar sistem online. Ini menjadi kendala. Yang pasti, akan kami pantau terus, jika nanti semakin banyak masalah akan kita ambil sikap seperti apa. sesuai dengan kewenangan kami di DPRD,” tandasnya.

Senada dikatakan anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel lainnya, Tarmizi. Menurut dia, Komisi II akan terus mengawasi semua prosesnya sampai nantinya pada tahap akhir pendaftaran. Meski begitu, ia menilai sistem online tersebut sebetulnya cukup bagus.

“Sistem sudah bagus. Hanya saja masih perlu pembenahan. Tinggal bagaimana pelaksanaannya saja agar tidak sampai berdampak pada murid yang ingin mendaftar. Jadi kami akan awasi terus,” tandasnya. (jok)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.