Resmi Dibuka, JWFMD Bahas Masa Depan Media

oleh -
Niken Widyastuti, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik RI memukul gong pembukaan JWFMD. (ist)
Niken Widyastuti, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik RI memukul gong pembukaan JWFMD. (ist)
Niken W, Dirjen Informasi & Komunikasi Publik RI memukul gong pada pembukaan JWFMD. (ist)

Tangerang – Serangkaian acara Jakarta World Forum for Media Development (JWFMD) 2016 telah dimulai pada Selasa, 20 September 2016. Bertempat di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), acara resmi dibuka oleh Niken Widyastuti selaku Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Republik Indonesia.

Sesuai Visi dari Global Forum for Media Development (GFMD), forum ini, diharapkan dapat menjadi bagian dari usaha pencapaian Sustainable Development Goals. WFMD mengajak media untuk lebih memahami perannya dalam usaha pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

“Jurnalis di seluruh dunia mengalami ketakutan, mereka sangat fokus pada rasa takut tersebut. Jurnalis dipandang sebagai profesi yang ‘mati’,” ungkap Leon Willems selaku Chairman of Global Forum for Media Development.

Berbagai tantangan media, jelas Leon, antaralain; menyangkut isu terorisme, perubahan iklim, masalah ekonomi, serta teknologi dan transisi digital. Para peserta dari 62 negara mencakup; jurnalis, akademisi, praktisi dan pegiat media akan saling berdiskusi membahas solusi menghadapi tantangan tersebut serta tentang peran media dalam tujuan pengembangan berkelanjutan.

“Kita perlu sadar bahwa kita semua sedang dalam masa transisi. Maka dari itu, kita harus terus belajar dan bersikap optimis. Dan tentunya, kita perlu bekerja sama sebagai sebuah tim untuk mencapai suatu perubahan,” ajak Leon.

Rektor UMN Dr. Ninok Leksono mengutarakan, acara ini dilaksanakan pada waktu yang tepat, dimana industri media sedang dilanda tsunami digital media, media tradisional ditantang oleh media digital, fenomena yang disertai bangkitnya media sosial serta generasi Y.

UMN, kata Ninok, tidak hanya berharap Jakarta World Forum akan menjadi sukses dan mampu untuk menciptakan keputusan dan rekomendasi yang penting, tetapi juga mampu untuk memperluas jejaring dengan tokoh media serta pakar media internasional untuk kemajuan UMN.

“Sebagai rektor, saya mendorong civitas academica UMN, khususnya fakultas Ilmu Komunikasi untuk dapat mengambil peran aktif pada forum ini,” harapnya. (bd)

 

Komentar Anda

comments