PT PITS Fokus Kembangkan 3 Sektor Bisnis di Tangsel

oleh -
Suasana Focus Group Discuission membahas RJPP PT PITS di Serpong. (nad)
Suasana Focus Group Discuission membahas RJPP PT PITS di Serpong. (nad)
Suasana Focus Group Discuission membahas RJPP PT PITS di Serpong. (nad)

Tangsel- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) merumuskan kebijakan kedepan melalui Rancangan Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang akan memfokuskan pada pengelolaan air minum, pasar dan sampah.

Direktur Utama PT PITS,Dudung E Diredja mengungkapkan banyak ide-ide muncul sepanjang proses diskusi dari banyak peserta yang hadir sebagian besar adalah kepala dinas.

“Kita dapat melihat masukan-masukan dari banyak pihak. Pada dasarnya kami sudah memiliki RJPP tapi ini juga bagian brainstorming dapat menjadi masukan,” tuturnya.

Ada tiga titik fokus bisnis plan yang akan digarap kedepan di antaranya persampahan, pasar dan air minum. Air minum peluangnya amat besar untuk memasok kebutuhan masyarakat Tangsel.

“Kami akan melahirkan anak-anak perusahaan untuk mengelola masing-masing bisnis. BUMD adalah holding company tugasnya mengendalikan beberapa perusahaan dibawahnya,” tambah ia.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang turut hadir dalam diskusi itu, mengharapkan BUMD melalui PT PITS dapat bergerak cepat melahirkan bisnis yang menghasilkan untuk perusahaan dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah, yaitu memprioritaskan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sementara itu menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tangsel Teddy Meiyadi menyarankan agar BUMD langsung terjun pada bisnis nyata. Bukan lagi pada tataran konsep atau program jangka panjang.

“Kami mengharapkan PT PITS langsung terjun sebagai operating bisnis bukan lagi melakukan konsolidasi.¬† Peluangnya jukup bagus dan banyak yang bisa digarap,” saran ia.

Sementara itu saran dari Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Tangsel Kemal Pasha menyampaikan BUMD sudah harus berani menyusun kerangka bisnis yang konkret mulai dari modal, dan keuntungan yang didapat.

“Kami dari kacamata bisnis BUMD perlu menyusun penyertaan modal dam perputaran uang yang akan kembali. Banyak peluang di antaranya properti yang cukup menggeliat misalkan di bawahnya pasar di atasnya apartemen,” sarannya. (nad)

Komentar Anda

comments