Waspadai AF, Pemicu Stroke Paling Berbahaya

oleh -480 views
Dr. dr. Sunanto,Sp.JP, dan Dr. dr. Rocksy F V Situmeang, Sp.S (dari kanan) serta Alexander Mutak, S.Pd, M.M, para tenaga ahli di Siloam Hospitals. (bd)
Dr. dr. Sunanto,Sp.JP, dan Dr. dr. Rocksy F V Situmeang, Sp.S (dari kanan) serta Alexander Mutak, S.Pd, M.M, para tenaga ahli di Siloam Hospitals. (bd)
Dr. dr. Sunanto,Sp.JP, dan Dr. dr. Rocksy F V Situmeang, Sp.S serta Alexander Mutak, S.Pd, M.M, para tenaga ahli Siloam Hospitals. (bd)

Tangerang, PalapaNews.com – Gangguan kelistrikan jantung yang lebih dikenal dengan istilah AF (Atrial Fibriliasis) merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan Stroke. Waspadai! Kebanyakan gangguan irama jantung jarang dirasakan dan disadari oleh penderita.

“Denyut jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat menyebabkan gangguan aliran darah sehingga mudah timbul bekuan darah yang bisa memicu penyumbatan dan salah satu resikonya yaitu stroke,” ungkap Dr. dr. Sunanto,Sp.JP, spesialis jantung pembuluh darah di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang pada Seminar Kesehatan Umum, Minggu (31/07/2016).

Apabila Anda telah berusia lebih dari 60 tahun dan menderita tekanan darah tinggi, melakukan kebiasaan merokok dan juga mengkonsumsi alkohol, dengan beberapa tanda-tanda seperti;  cepat merasa lelah, sering sesak nafas, jantung berdebar-debar diiringi kepala pusing. Maka harus diwaspadai karena semua itu bisa jadi merupakan beberapa dari sekian banyak gejala gangguan irama atau kelistrikan jantung yang disebut Atrial Fibriliasis.

“Sekitar dua dari lima kejadian stroke dipicu oleh gangguan irama atau aritmia jantung,” kata dokter Sunanto yang tengah menggiatkan kampanye tentang bahaya AF bersama rekan-rekan dokter lainnya.

Dr. dr. Rocksy F V Situmeang, Sp.S pada kesempatan yang sama menjelaskan, kelainan irama jantung berakibat turbulensi aliran darah. Gumpalan kecil darah yang terbawa ke seluruh tubuh hingga ke otak bisa menyebabkan penyumbatan di jaringan darah di otak. Hal ini, kemudian memicu terjadinya serangan stroke.

Guna mendiagnosis gangguan irama jantung ini, katanya, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan pasien yakni; melakukan rekam jantung (EKG), pemeriksaan USG jantung ( Echocardiografi), tes treadmilk, MRI, CT Scan, katerisasi jantung, operasi bedah jantung, hingga monitoring atau pemasangan alat rekam jantung.

Pada saat ini, gangguan irama jantung dirasa belum mendapat perhatian dari masyarakat. Begitu juga fasilitas perawatan penyakit jantung masih sangat sedikit di Indonesia. Namun, Siloam Hospitals Lippo Village sudah melengkapi dengan alat penunjang pemeriksaan jantung yang lengkap.

“Sarana yang kami miliki mulai dari peralatan diagnosis sampai intervensi, termasuk sarana kateterisasi sampai operasi bypass,” aku dr. Anastina Tahjo, MARS, Chief Executive Officer Siloam Hospitals Lippo Village. (bd)

Komentar Anda

comments