Sinarmas World Academy BSD Diduga Intimidasi Siswa

oleh -
Ayah CI dan CN memperlihatkan prestasi yang pernah di raih CN saat masih menjadi siswa SWA. (man)
Ayah CI dan CN memperlihatkan prestasi yang pernah di raih CN saat masih menjadi siswa SWA. (man)
Ayah CI dan CN memperlihatkan prestasi yang pernah di raih CN saat masih menjadi siswa SWA. (man)

Tangsel, PalapaNews.com – Kekurangan tenaga pengajar, menjadi alasan Sinarmas World Academy (SWA), melakukan upaya intimidasi terhadap siswa berinisial CI (15) dengan memberhentikannya dari sekolah setelah mengikuti pelajaran selama hampir tiga semester.

Peristiwa itu bermula di tahun 2014, saat CI lolos seleksi masuk SWA tingkat sekolah menengah pertama (SMP), meski diketahui merupakan siswa berkebutuhan khusus. Namun, memasuki semester pertama di kelas 8, CI diberhentikan secara sepihak oleh SWA.

“Anak saya tiba-tiba saja diberhentikan sepihak oleh pihak Sekolah, dengan alasan sekolah tidak punya cukup sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi putra saya,” ujar Rossy Kamis (12/5/2016).

Waktu itu, oleh pihak sekolah Rossy diminta untuk datang ke sekolah internasional itu lantaran sang anak kedapatan memukul siswa lain.

“Padahal setelah ditelusuri CI memukul temannya karena CI kerap menjadi bahan bullying oleh teman sekelasnya,” jelasnya.

Tanpa berniat membela sang Anak, Rossy meminta pihak Sekolah mempertemukannya dengan orang tua dari anak yang dipukul putranya untuk menyampaikan permintaan maaf.

“Terlepas siapa benar siapa salah, saya waktu itu meminta sekolah untuk mempertemukan saya dengan orang tua anak yang di pukul C,” tegas Rossy.

Namun tanpa pertemuan antar orang tua sebagaimana diharapkan, Rossy malah diminta untuk membawa putranya pulang.

“Waktu itu diwakili management SWA, saya diminta menarik C, dari sekolah, dan dibulan berikutnya, pihak sekolah mengeluarkan surat pemberhentian C, dengan alasan sekolah tidak punya Sumber Daya untuk menghadapi C dan sekolah akan mengembalikan separuh dari uang sekolah setahun yang telah Kami bayarkan,” sesalnya.

Tidak saja itu, intimidasi SWA juga dialami adik CI, yakni CN (8) yang tidak bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar di semester 2 lantaran terlambat menyertakan pembayaran secara early bird.

“Jadi karena alasan telat mensubmit pembayaran, anak saya CN, yang saat ini kelas 2 SD, tidak terdaftar di semester kedua tahun ajaran ini,” ungkap Rossy.

Hingga berita ini diturunkan, PalapaNews.com belum berhasil mendapat keterangan dari Sinarmas World Academy. (man)

Komentar Anda

comments