Pemkot Tangsel Ajak Pelaku UKM Patenkan Produk

oleh -
banner 300250
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin meninjau pameran UKM.(one)
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin meninjau pameran UKM.(one)

Tangsel, PalapaNews — Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan berbagai cara untuk membentengi dan mengembangkan produk lokal. Salah satunya melalui sosialisasi pembuatan hak paten produk.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Malikuswari mengatakan, upaya memajukan produk lokal milik pelaku Usaha Kecil Masyarakat (UKM) dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dengan cara memajukan pangsa pasarnya, hingga memperbaiki kualitas produknya.

“Antara memajukan pangsa pasar atau perdagangannya dengan industrinya itu simultan. Kita lakukan semua supaya produk lokal benar-benar mengakar,” katanya, saat membuka Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di salah satu rumah makan di Serpong, Senin (14/3/2016).

Malik melanjutkan, antara memajukan cakupan pasarnya dengan memperbaiki kualitas produknya, tak bisa dipisahkan. Maka itu, pihaknya terus berupaya, melakukan keduanya secara beriringan. Hal ini supaya, mana kala konsumen mulai melirik produk local di Tangsel, mereka mulai yakin dengan kualitasnya.

“Ketika kualitas produknya ini benar-benar baik, maka kami yakin konsumen tidak akan lari ke mana-mana. Mereka akan menyukai produknya, dan produk itu akan laku,” jelasnya.

Lalu, soal Hak Kekayaan Intelektual, menurut Malikuswari sangat penting. Sebab, ketika para IKM ini memasarkan produknya dan tercanyata produk itu bagus dan ditiru orang, bisa diklaim. Dalam hal ini, pemilik merek dan produk bisa menggugat plagiat yang mencontek hasil karya IKM Tangsel.

“Dengan Hak Paten ini, IKM memiliki kekuatan melindungi produk karyanya,” ujarnya.

Pada bagian lain, Kepala Seksi Data dan Informasi Perindustrian, Panji Irawan mengatakan, kegiatan ini mereka lakukan sebagai bagian dari upaya mendorong majunya produk local Tangsel. Selain memberikan informasi soal pentingnya HKI, pihaknya juga sudah memberikan berbagai pelatihan salah satunya soal PIRT.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup baik. Sekarang saja, kita mengundang 50 orang, ternyata yang hadir ada 52 orang,” kata Panji. (fit)

Komentar Anda

comments