Gerakan Tangerang Bersolek di 104 Kelurahan

oleh -

Gerakan Tangerang Bersolek di 104 Kelurahan

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan juga Hari Ulang Tahun Kota Tangerang ke­23, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bakal menggelar Kerja Bakti Massal yang melibatkan seluruh masyarakat dan pelajar serta komunitas di 104 kelurahan yang ada di Kota Seribu Industri Sejuta Jasa.

Rencananya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 21 Februari 2016 dan untuk Kota Tangerang akan dipusatkan di Tugu Adipura Kota Tangerang. Kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan oleh penampilan Samsaka dan juga Dik Doang.

“Kita ingin target Indonesia Bebas Sampah 2020 dimulai dari Kota Tangerang,” ujar Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah sesaat setelah memimpin Gerakan Tangerang Bersolek di Jalan MH. Thamrin Kota Tangerang.

Oleh karenanya, Walikota yang juga di dampingi oleh Wakil Wali Kota, Sachrudin meminta keterlibatan masyarakat untuk menyukseskan gerakan tersebut. “Bisa dimulai dengan hal sederhana dengan membuang sampah pada tempatnya, kemudian juga melakukan pemilahan sampah dan menggalakkan kegiatan 3 R, Reduce, Reuse, dan Recycle,” paparnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Kota Tangerang Bebas Sampah memerlukan proses yang panjang, untuk itu pihaknya juga meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk kembali menggalakkan kerja bakti massal di lingkungan masing­masing.

“Saya tadi juga sudah memerintahkan kepada setiap kelurahan untuk mensosialisasikan kerja bakti massal di wilayah masing­masing. Minimal sebulan sekali kalau bisa seminggu sekali,” imbuhnya.

Walikota juga menjelaskan bahwa kegiatan Tangerang Bersolek yang diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih dan Pengecetan Kanstin di jalan­jalan protokol di Kota Tangerang tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Tangerang untuk mensosialisasikan dan menggalakkan kembali Kerja Bakti Massal di kalangan masyarakat kota yang cenderung lebih individualis.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mempercantik kota, sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk ikut merawat sarana publik yang ada. Kita juga menghimbau agar masyarakat juga tidak sembarangan mencorat­coret sarana umum. Daripada corat-coret mending ngecat bareng kita,” jelasnya. (*)

Komentar Anda

comments