Tangerang Darurat Kekerasan Seks Anak

oleh -
Gelar perkara pelaku pencabulan di Mapolresta Tangerang. (don)
Gelar perkara pelaku pencabulan di Mapolresta Tangerang. (don)
Gelar perkara pelaku pencabulan di Mapolresta Tangerang. (don)

PalapaNews- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menilai wilayah Tangerang sudah masuk dalam tahap darurat kekerasan seksual terhadap anak.

Pernyataan Arist ini, menurujuk pada banyaknya kasus kekerasan terhadap anak usia dini sepanjang Januar-September 2015, yang mencapai 67 kasus tindakan kekerasan.

“Kasus kekerasan terhadap anak juga kami temukan di dua wilayah lainnnya, yaitu di Kota Tangerang dan Kota Tangsel. Tapi yang baru-baru ini, banyak temuan kasus di wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Arist di Mapolresta Tangerang, Kamis (5/11/2015).

Kekerasan seksual di Tangerang, mayoritas dilakukan di tempat terbuka seperti tanah lapang, taman sepi, gubug atau di ladang terbuka serta dilakukan secara bergilir.

Pihaknya mengaku tengah mendampingi tiga korban kasus pemerkosaan yang terjadi pada 30 September 2015 lalu. Ketiganya yaitu, AAY (14) warga Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang yang mengaku diperkosa secara bergilir oleh enam laki-laki di dalam sebuah gubug.

Selain itu, kasus yang menimpa RS (15). Ia diperkosa di tanah lapangan oleh delapan pria secara bergiliran di wilayah Kampung Priuk, Kecamatan Mekarsari. Terakhir, MI (12) warga Desa Tanjungkait, Kecamatan Mauk yang diperkosa oleh sopir angkutan umum di sebuah kebun kosong.

“Totalnya ada sekitar 15 pelaku dan yang tertangkap baru lima pelaku, sisanya masih berkeliaran bebas dan masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian,” tandasnya.

Hal ini, menurutnya menjadi alasan pihak keluarga meminta kita untuk mendampingi kasus ini hingga tuntas. “Langkah awalnya, kami laporkan kasus ini ke Polresta Tangerang,” jelasnya. (don)

Komentar Anda

comments