Pahlawan Seribu Hadir di Lapangan Cisauk

oleh -
Drama kolosal pertempuran Laskar Rakyat di Cisauk. (yul)
banner 300250
Drama kolosal pertempuran Laskar Rakyat di Cisauk. (yul)
Drama kolosal pertempuran Laskar Rakyat di Cisauk. (yul)

Palapa News- Hari ini, 17 Agustus 2015 masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan. Pada perayaan ke-70 ini, masyarakat Cisauk, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan yang berbeda, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Peristiwa pertempuran antara pasukan Banten atau Laskar Rakyat melawan Belanda pada 1946, coba diangkat kembali lewat drama kolosal. Tak kurang dari 400 orang turut serta dalam drama yang digelar usai pelaksanaan Upacara Bendera di lapangan Cisauk.

“Lewat drama kolosal, Kami ingin menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan sekaligus mengingatkan warga tentang sejarah khususnya di daerah Cisauk,” kata Camat Cisauk, Muhadi.

Pada peringatan HUT RI kali ini, menurutnya dibuat berbeda dari sebelumnya. Rangkain kali ini dibuat dari warga, oleh warga dan memang untuk warga Cisauk.

“Mulai dari tabliqh akbar, senam massal, berbagai macam perlombaan seperti lomba balita sehat, tumpeng, sepak bola, panjat pinang dan lainnya,” Muhadi menambahkan.

Tak hanya itu,  hiburan lain pun disuguhkan. Mulai dari pentas seni tradisional seperti lenong yang memang asli dari Kabupaten Tangerang, dangdut hingga gelaran wayang golek pada malam Kamis nanti.

“Peringatan kali ini kecamatan juga lebih mengusung kebersamaan dan keguyuban masyarakat Cisauk,” tambahnya.

Untuk diketahui, sejarah Pahlawan seribu ini dimulai ketika rakyat Banten yang disebut Laskar Rakyat berperang melawan tentara kolonial Nederlandsch Indië Civil Administratie (NICA) atau Pemerintah Sipil Hindia Belanda.

Dibawah pimpinan KH Ibrahim dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Laskar Rakyat bergabung dengan warga Cisauk, Serpong, Lengkong, Cicayur dan sekitarnya menyerbu pasukan Belanda di wilayah Cisauk.

Celakanya, tentara NICA sudah siap menerima serangan rakyat Banten. Pasukan rakyat Banten yang berjumlah 700-an orang akhirnya dibombardir oleh tentara NICA, hingga akhirnya pasukan tersebut rata tak bersisa.

Untuk mengenang peristiwa heroik rakyat Banten itu, akhirnya dibuatlah monumen di pertigaan Cisauk dan Taman Makam Pahlawan Seribu di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (dd/yul)

Komentar Anda

comments