23 Hektar Sawah di Cilegon Kekeringan

oleh -
Ilustrasi kekeringan. (bbs)
Ilustrasi kekeringan. (bbs)

Palapa News- Kota Cilegon, Provinsi banten, mulai terdampak musim kemarau berkepanjangan. Bahkan, dari 306 hektar lahan sawah di kota baja ini, 23 hektar di antaranya kekeringan dan terancam gagal panen.

“Musim tanam kali ini, 23 hektar dari 306 hektar sawah yang ada terancam puso karena dilanda kekeringan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pertanian pada Dinas Pertanian dan Kelautan (Disperla) Kota Cilegon, Mas Andang Eka Priya.

Dari catatannya, lahan yang mengalami kekeringan terjadi hampir merata di seluruh wilayah kecamatan, Kota Cilegon. Terjadi lantaran, pesawahan di Kota Cilegon merupakan sawah tadah hujan.

“Akibatnya, tanaman padi milik petani terancam puso atau gagal panen, akibat minimnya pengairan tanaman padi di sejumlah areal pertanian,” terangnya.

Daerah terparah yang mengalami kekeringan, antara lain Kecamatan Pulo Merak, Cibeber, Citangkil dan Kecamatan Cilegon. “Empat kecamatan yang kerap dilanda kekeringan jika musim kemarau,” jelasnya.

Andang mengaku, tak bisa berbuat banyak, meski sudah melakukan upaya untuk mengurangi dampak dari kekeringan yang melanda sejumlah lahan pertanian.

“Upaya yang dilakukan dengan memberikan bantuan alat pompa air kepada para petani, disejumlah wilayah kecamatan di Kota Cilegon,” tuturnya. (ibc/bud)

Komentar Anda

comments