Hadapi Pasar Bebas, SGU Kerjasama dengan Universitas di Jerman

oleh -
International Workshop di Swiss German University.(hms)
banner 300250
International Workshop di Swiss German University.(hms)
International Workshop di Swiss German University.(hms)

Palapa News- Mewakili Indonesia, Swiss German University (SGU) menjadi tuan rumah dalam acara The 18th International Workshop, program loka karya bertaraf internasional.

Kegiatan yang diselenggarakan  University of Applied Sciences di Soest, Jerman dari 19 April hingga 2 Mei 2015 ini bertujuan untuk menghadapi ASEAN Economic Community 2015.

Dr. rer. Nat. Filiana Santoso, PLT Rektor Swiss German University mengatakan, tujuan program tersebut adalah untuk memberikan sarana bagi Sumber Daya Manusia (SDM) agar semakin memiliki kompetensi dan pengalaman yang diakui kalangan internasional serta pengetahuan tentang budaya kerja dari beragam budaya.

“Melalui program ini, peserta akan di berikan pembekalan dalam menyatukan pengetahuan teoritis yang dipelajari di kelas dengan pengalaman praktis yang sesuai dengan kebutuhan para pelaku industri yang berasal dari perwakilan 8 negara yaitu USA, Jerman, Indonesia, Belanda, Rusia, Cina, Swiss dan Belgia,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh peserta akan dibentuk secara kelompok dengan memadukan latar belakang budaya yang berbeda dan simulasi bisnis variatif yang akan diberikan dan didampingi oleh satu dosen sebagai ketua kelompok di setiap kelompoknya.

“Sebagai universitas yang dapat bersaing di pasar global, kami sangat bangga menjadi tuan rumah acara dan satu–satunya universitas di Indonesia yang berpartisipasi dalam perhelatan besar yang diadakan di negara yang berbeda tiap tahunnya,” tambahnya.

Koordinator international workshop dari University of Applied Sciences di Soest, Jerman, Hon. Prof. Christoph Glatz memaparkan, program international workshop ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan materi yang berhubungan dengan kompetensi bisnis, tetapi juga menciptakan kegiatan dimana apresiasi dan toleransi terhadap sejarah, budaya dan kebiasaan dari negara tuan rumah juga diserap. Sehingga para peserta workshop akan nantinya memiliki pengalaman yang dapat menjadi bekal jangka panjang.

Seperti kunjungan ke beberapa perusahaan seperti PT. Siemens Indonesia, perusahaan tekstil dan pengrajin batik di Yogyakarta serta kunjungan untuk memperkaya kesadaran budaya di tempat bersejarah di Indonesia seperti Sunda Kelapa, Monas, kampung Tugu, Anak Krakatau, Candi Prambanan dan Candi Borobudur.(rls/man)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.