Normalkah Sakit Kepala saat Berhubungan Intim

oleh -

Apa sih Coital Cephalgia itu? Lantas bagaimana mengatasinya? Palapanews.com coba mengupas soal Coital Cephalgia ini, dan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi anda.

Menurut Spesialis Andrologi RS Awal Bros Tangerang, dr Anton Darsono Wongso SpAnd, Coital Cephalgia adalah serangan sakit kepala yang terjadi di dasar tengkorak sebelum orgasme selama melakukan aktivitas seksual, termasuk masturbasi.

Coital Cephalgia ini, menurutnya dikenal juga dengan istilah orgasmic cephalgia, orgasmic headache, sex-related headache, sexual headaches atau primary headache with sexual activity atau HSA.

Coital Cephalgia ini dapat diklasifikasikan menjadi 3  (Lance, 1974) yaitu, Early coital cephalgia, yang biasanya berlangsung singkat dengan intensitas sakit kepala sedang sampai berat. Terjadi pengencangan dan ketegangan otot, nyeri tumpul, sering terjadi bilateral di bagian oksipital dan cervikal, bertambah seiring dengan peningkatan gairah seksual. Hal ini diduga berhubungan dengan kontraksi berlebihan dari otot-otot kepala dan leher yang terjadi sebelum orgasme.

Kedua, yakni Orgasmic coital cephalgia atau sakit kepala berat. Biasanya terjadi mendadak dan berlangsung 15 sampai 20 menit. Hal ini terjadi di daerah oksipital, belakang mata, atau dalam bentuk yang lebih umum dan terjadi pada titik orgasme. Dapat dicegah dengan menunda orgasme.

Orgasmic coital cephalgia  adalah jenis yang paling umum sakit kepala terkait dengan aktivitas seksual.  Penyebabnya adalah terkait dengan naiknya tekanan darah. Tetapi bila sakit kepala terus berlanjut ketika tekanan darah sudah kembali normal mungkin ada faktor-faktor lain seperti menderita migrain.

Yang terakhir, yakni Late coital cephalgia, yakni serangan sakit kepala yang datang setelah berdiri, dengan onset yang lebih lama. Hal ini dihubungkan dengan tekanan cairan serebrospinal yang rendah.

Lantas, bagaimana pencegahan Coital Cephalgia ini? Menurutnya, yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan puasa aktivitas seksual, termasuk masturbasi selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Bagi para penderita, dianjurkan untuk mengambil posisi pasif saat hubungan seks. Mengurangi berat badan menjadi berat badan ideal, meningkatkan intensitas olahraga, menghindari obat-obatan yang dapat bertindak sebagai faktor pemicu.

”Meminum obat sakit kepala sesaat sebelum aktivitas seksual dapat menjadi pencegah juga, dan bagi penderita darah tinggi, segera mengkonsumsi obat penurun darah sebelum melakukan hubungan seks,”tambahnya.

Sedangkan untuk pengobatan, lebih ditujukan kepada faktor penyebab yang menjadi latar belakang terjadinya Coital Cephalgia. Di antaranya, hipertensi, migrain, meningitis, perdarahan dalam tulang tengkorak, tumor, stroke dan gangguan endokrin yang terjadi.

Selain itu, untuk membantu mengurangi rasa sakit kepala dapat diberikan pengobatan seperti sakit kepala lainnya, melakukan kompres dingin dan berbaring di tempat yang  tenang dan gelap. Menjalani terapi relaksasi walaupun kurang didukung oleh evidance base, dapat membantu mengatasi coital cephalgia. Semoga bermanfaat. (mfr)

Komentar Anda

comments