Polres Jakarta Barat Gerebek Pabrik Sabu di Tangerang

oleh
banner 300250

Palapanews.com- Polres Jakarta Barat menggerebek rumah yang dijadikan pabrik pembuatan narkotika jenis sabu atau clandestein laboratory di Perumahan Metland Jalan Kateliya Elok II, Cipondoh, Kota Tangerang.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita 500 gram sabu siap edar dan 1,5 kilogram sabu setengah jadi.

“Kami mengamanakan seorang pria berinisial AW (56), yang merupakan pemilik rumah. Saat ini masih kami periksa untuk mendalami peredaran sabu ini,” ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di lokasi pembuatan sabu, Rabu 8 Agustus 2018.

Hengki mengatakan, dari hasil pemeriksan terhadap tersangka, usaha barang haram tersebut telah dimulai sejak Mei 2017.

“Dari hasil pemeriksaan dan keterangan, tersangka mengaku telah lebih dari satu tahun tepatnya Mei 2017. Tapi kami masih dalami lagi keterangannya,” kata Hengki.

Selain itu, pembuatan sabu yang diproses tepat dibagian belakang rumah tersangka itu, dengan mencampurkan berbagai bahan baku yang mudah ditemukan di pasar-pasar pada umumnya.

“Pelaku mendapatkan bahan baku dari pasar. Seperti obat-obatan (obat batuk dan asma) biasa dan diolah dan kualitasnya sama dengan sabu yang berasal dari luar negeri,” jelas Hengki.

Hengki menjelaskan, tersangka dalam menjalankan bisnis haramnya hanya bekerja seorang diri. Sebab, dari pemeriksaan sementara tak hanya sebagai koki atau pembuat sabu-sabu, pria tua itu juga berperan banyak dalam pembuatan hingga peredarannya.

“Dia bekerja sendiri, mulai dari koki, tester, hingga kurir yang mengantar ke pemesan,” ucap Hengki.

Meski dari hasil pemeriksaan sementara tersangka menyebut bahwa dirinya hanya bekerja seorang diri, Hengki menduga tersangka terlibat dalam jaringan lapas.

Sebab, dari data latar belakang tersangka merupakan residivis kasus serupa. Namun, Hengki belum dapat memastikan keterkaitan tersangka dalam jaringan lapas lantaran hingga saat ini pihaknya masih mendalami keterangannya.

“Ada dugaan pelaku terlibat dalam jaringan lapas tapi masih kita dalami,” kata Hengki.

Bahkan, Hengki menambahkan, sabu buatan tersangka termasuk kualitas terbaik yang hampir sama dengan sabu asal luar negeri.

“Hasilnya lebih baik dari yang beredar dari yang pasar. Lebih bagus di mata pengguna karena kadar methamphetamine lebih tinggi,” paparnya.

Sebab dari hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri, kadar amphetamine pada sabu buatan tersangka lebih tinggi atau satu tingkat diatas.

“Menurut Labfor, ini kualitas lebih bagus kadarnya 60-70 persen amphetamine. Biasanya dipasaran 40-50 persen kadarnya,” pungkasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih menghitung berapa besar keuntungan yang didapat oleh tersangka tiap bulannya. (ydh)

Komentar Anda

comments