Berantas Miras, Satpol PP Kota Tangerang Gencarkan Razia

oleh

Palapanews.com- Untuk mencegah dan meminimalisir peredaran minuman keras (miras), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang melakukan razia minuman keras (miras).

Razia miras sudah menjadi agenda rutin Satpol PP Kota Tangerang dalam menegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol di Wilayah Kota Tangerang

Pada razia kali ini, Satpol PP Kota Tangerang memiliki target yakni warung klontongan yang berlokasi di Jalan Sudirman, Taman Kehakiman, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Dimana, berdasarkan informasi dari warga sekitar, warung tersebut kerap menjual belikan miras.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman pada Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menerangkan, untuk meminimalisir peredaran miras di Kota Tangerang, pihaknya kerap melakukan operasi penegakan Perda nomor 7 Tahun 2005 tentang dalam sebuah operasi atau razia Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan pengedaran dan penjualan minuman beralkohol di wilayah Kota Tangerang.

“Kali ini, kami bersama tim berhasil mengamankan puluhan miras jenis ciu dari sebuah warung klontong di Kelurahan Babakan,” kata Ghufron.

Dikatakan Ghufron, puluhan miras tersebut berhasil diamankan ketika Tim Burung Hantu Tibum (Satpol PP) Kota Tangerang melaksanakan monitoring wilayah (informasi warga), melihat adanya transaksi yang di curigai pada warung yang di duga masih menjual miras. Setelah petugas Satpol PP mendatangi dan memasuki warung tersebut tampak miras jenis ciu ada di meja warung.

“Miras yang terdiri dari 80 botol kemasan kecil, dan 6 botol kemasan besar pun langsung diamankan dan diserahkan langsung ke Polres Metro Tangerang Kota,” pungkas Ghufron seraya menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Trantib dan Camat Tangerang agar warung tersebut segera ditertibkan.

Ghufron menambahkan, miras jenis ciu ini memiliki pangsa pasar tersendiri, dimana para pembelinya berasal dari kalangan remaja, dan sopir angkutan umum. Melihat kondisi seperti ini, pihaknya meminta kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam memberantas peredaran minuman keras.

“Kami sangat membutuhkan kerjasama dari masyarakat. Apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan melanggar hukum, silahkan memberikan informasi ke kami,” imbuhnya.(ADV)

Komentar Anda

comments