Studentpreneur, Dinkop dan UKM Tangsel Apresiasi Menu Olahan Tristar

oleh
Plt Kepala Dinkop dan UKM Tangsel, Dahlia Nadeak di Trsitar BSD. Foto: Nad

Palapanews.com- Studentpreneur sebagai salah satu program Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diaplikasikan ke dalam menu olahan mahasiswa Tristar Institute Culinary BSD Kota Tangsel, dengan hasil mengkombinasikan makanan tradisional dengan tampilan modern.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinkop dan UKM Kota Tangsel, Dahlia Nadeak saat berkunjung ke Tristar Institute Culinary BSD, Serpong, Selasa (8/5/2018) siang. Apa yang dilakukan ini sejalan dengan program studentpreneur, yakni komunitas atau kumpulan mahasiswa yang bersama-sama belajar untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Menurutnya, ini sebagai lanjutan kerjasama kedua belah pihak antara Dinkop dan UKM Tangsel serta Tristar Institute Culinary BSD dalam gelaran Festival UMKM di halaman Kantor Walikota Tangsel 21 hingga 22 April lalu. Saat itu, chef dari sekolah pariwisata Tristar memberikan pelatihan dan mengajarkan bagaimana memproduksi dan membuat produk yang aman pangan bagi para pelaku UKM agar lebih berkembang.

Kepala Dinkop dan UKM Tangsel, Dahlia Nadeak (kanan). Foto: Nad

“Kami berharap nantinya pelaku UKM agar bisa menjadikan produknya menjadi high class seperti menu pangan olahan mahasiswa Tristar. Agar alumni dari sini juga bisa membuat produk unggulan, bahkan diupayakan menjadi ciri khas makanan di Tangsel sehingga dapat memotivasi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mencicipi bir pletok yang dicampur cita rasa almond dan vanilla dengan penyajian zaman now. Kemudian klepon, cendol, dengan sajian high class ala hotel bintang lima.

Sementara Humas Tristar Institute Culinary BSD, Taufik Syah Hidayat menambahkan, ini merupakan ujian praktek yang tantangannya adalah mengkombinasikan makanan tradisional dengan packaging modern.

“Terlebih banyaknya kuliner luar negeri yang masuk ke Indonesia, sehingga makanan tradisional kita mulai tertinggal. Jadi, kegiatan kali ini bertujuan mengangkat nilai jual makanan tradisional Indonesia,” paparnya. (adv)

Komentar Anda

comments