Gubernur Banten Sempat Dituding jadi Penggerak Kolom Kosong

oleh

Palapanews.com- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 akan dilakukan dalam waktu dekat. Dalam Pilkada di wilayah Tangerang, Gubernur Banten, Wahidin Halim pernah dituding sebagai penggerak kolom kosong di Kota Tangerang.

Diketahui, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang diikuti oleh satu pasangan calon. Para Paslon petahana ini hanya melawan kolom kosong.

Arief R. Wismansyah – Sachrudin kembali maju pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2018 – 2023. Begitu pun dengan Ahmed Zaki Iskandar – Mad Romli di Pemilihan Bupati serta Wakil Bupati tahun ini.

“Pak Gubernur Banten, Wahidin Halim sempat dituduh koordinir kotak kosong, jelas lah yang bersangkutan marah dituding seperti itu,” ujar Kasat Pol PP Provinsi Banten, Moh. Basri saat dijumpai dalam rapat khusus tersebut di Gedung Puspemkot Tangerang, Jumat (4/5).

Dirinya meminta agar sejumlah pihak berpikir jernih dalam hal ini. Sehingga tidak menimbulkan suasana kegaduhan pada Pilkada nanti.

“Masak iya sampai dituduh seperti itu oleh segelintir orang. Ini kan tidak benar, dan sudah dijelaskan langsung oleh Pak Gubernur,” ucapnya.

Basri berharap selintingan kabar – kabar yang menyesatkan ini bisa diperangi. Sebab dapat memicu terjadinya masalah keamanan dan ketertiban masyarakat jelang Pilkada.

“Persoalan begini harus segera ditanggapi oleh intelejen. Makanya dilibatkan Polri serta TNI pada rapat khusus kesiapan Pilkada ini. ASN (aparatur sipil negara) juga dilarang memihak pada pasangan calon,” kata Basri.

Wahidin Halim sempat mengeluarkan uneg – unegnya saat Rakor beberapa hari lalu di Ruang Akhlakul Karimah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Pria yang akrab disapa WH itu merasa dipojokan dengan tudingan mengkordinir gerakan kotak kosong pada Pilkada Tangerang.

“Lawannya cuma kotak kosong saja masak enggak aman. Jangan dibuat – buat laporan yang enggak jelas. Malah saya dituduh koordinir kotak kosong, ada apa ini,” papar Gubernur Banten tersebut. (ydh)

Komentar Anda

comments