Gangguan Pencernaan saat Haid, Ini Solusinya

oleh
Ilustrasi. Foto: Hellosehat

Palapanews.com- Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan saat menstruasi yang sering dikeluhkan. Seorang spesialis penyakit dalam dan sistem pencernaan dari Cleveland Clinic di Amerika Serikat, dr. Jamile Wakim Fleming mengatakan bahwa 50 persen wanita mengalami beberapa gangguan pencernaan saat menstruasi tiba atau bahkan sejak sebelumnya.

Yang paling sering dikeluhkan yaitu diare, sembelit, dan perut begah. Selain kram dan sakit perut, diare menjadi salah satu kondisi yang sering dikeluhkan saat menstruasi. Hal ini dikaitkan dengan prostaglandin, yaitu zat kimia yang menyebabkan uterus terus berkontraksi. Nah, prostaglandin juga akan memicu kontraksi pada usus.

Produksi prostaglandin dalam tubuh, dikutip dari Hellosehat.com, umumnya meningkat mendekati masa haid, sehingga rahim bisa lebih efektif mendorong darah untuk keluar. Sayangnya, prostaglandin juga dapat memicu diare yang menyebabkan Anda lebih sering bolak-balik ke kamar mandi.

Selain diare, prostaglandin juga dapat menyebabkan rasa sakit lain yang berhubungan dengan dismenore (nyeri saat haid). Kram dan diare yang dipicu oleh prostaglandin biasanya terjadi pada tiga hari pertama haid Anda.

Penyebab lainnya yakni hormon progesteron. Peningkatan kadar progesteron dalam tubuh sebelum menstruasi dapat memengaruhi sistem gastrointestinal dengan mempercepat atau memperlambat pencernaan. Hal ini dikarenakan gerakan usus dapat berubah dengan kadar hormon yang berbeda. Oleh karena itu, tak hanya diare yang menjadi keluhan tetapi juga konstipasi atau sembelit bisa menjadi efek haid yang cukup menganggu.

Dr. Christine Greves, seorang dokter kandungan di Pusat Kebidanan dan Kandungan di Orlando Health, Florida mengatakan bahwa wanita yang memiliki endometriosis lebih berisiko mengalami sembelit. Diare, sembelit, perut begah, dan mual juga bisa terjadi seminggu sebelum menstruasi datang.

Bagaimana cara mengatasi gangguan pencernaan saat menstruasi?

  • Minum obat diare

Jika haid Anda teratur, cobalah untuk mengonsumsi obat antidiare ketika gejala PMS seperti diare muncul (meskipun haidnya belum tiba). Ingat, penggunaan obat sebaiknya hanya dikonsumsi saat Anda mengalami gejala diare yang cukup parah dan sering. Jika diare yang terjadi hanya sesekali dan tidak mengganggu aktivitas Anda, maka Anda tidak perlu mengonsumsi obat jenis apa pun.

  • Minum air yang banyak

Usahakan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan banyak minum air. Selain itu, konsumsilah makanan tinggi serat untuk melancarkan pencernaan serta mengurangi gejala diare saat menstruasi. Namun, jika Anda mengalami sembelit, hindari makanan berserat tinggi karena dapat mengakibatkan feses semakin padat dan sulit dikeluarkan.

  • Konsumsi probiotik

Untuk mengatasi gangguan pencernaan saat menstruasi, mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik seperti yogurt bisa jadi solusinya. Bakteri baik yang terkandung dalam probiotik dapat membantu menyeimbangkan kontraksi usus berlebihan yang menjadi penyebab diare dan sembelit.

  • Tambah asupan vitamin B6 atau kalsium (jika memang dianjurkan dokter)

Minum suplemen vitamin B6 atau kalsium ketika PMS muncul juga bisa mengurangi gangguan pencernaan saat menstruasi. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi ibuprofen sebelum haid tiba. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi berbagai gejala PMS, termasuk nyeri haid.

Namun, setiap obat atau suplemen yang akan Anda konsumsi harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Selain itu, jika diare dan sembelit yang terjadi disertai dengan buang air besar berdarah serta gejala lainnya, bisa jadi Anda punya penyakit tertentu yang lebih serius. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. (red)

Komentar Anda

comments