Soal Prediksi Tsunami di Pandeglang, Gubernur Banten Angkat Bicara

oleh
Gubernur Banten, Wahidin Halim. (ydh)

Palapanews.com- Peneliti Tsunami pada Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko memprediksi ada potensi tsunami setinggi 57 meter di Kabupaten Pandeglang, Banten. Tsunami ini juga diprediksi akan mencapai Jakarta Utara. Namun, itu semua masih bersifat prediksi awal untuk keperluan antisipasi.

Melihat adanya prediksi tersebut, Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, hasil penelitian yang belum pasti terjadi dan dapat meresahkan masyarakat jangan menjadi acuan terjadinya tsunami. Pasalnya, kalau dipublikasi membuat masyarakat resah.

“Kalaupun dipublikasi harus ada solusi yang membuat warga mendapat perlindungan agar menjadi tenang dan bersiap diri,” kata Wahidin Halim seraya menambahkan, namun, bila hanya tentang skala besarnya saja yang dipublikan akan menimbulkan masyarakat ketakutan.

“Saya mengimbau agar warga yang berada di Kabupaten Pandeglang dan sekitar yang diprediksi terjadinya tsunami agar tidak resah. Saya akan berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui lebih jauh tentang kemungkinan terjadinya tsunami tersebut,” ucap Gubernur menjawab pertanyaan wartawan di Kota Serang, Rabu pagi.

Sebelumnya, Widjo mengatakan tsunami itu bisa terjadi karena di Jawa Barat tengah diprediksi adanya gempa megathrust di daerah subduksi di selatan Jawa dan Selat Sunda. Salah satu contoh dampak gempa megathrust ini adalah adanya gempa di Banten pada akhir Januari 2018. Apabila kekuatan gempa mencapai 9 skala Richter di kedalaman laut yang dangkal, tsunami besar akan terjadi.

“Di Jawa Barat itu sumber gempa besar. Di situ bisa dikatakan di selatan bisa mencapai 8,8 Magnitudo atau 9 sehingga kaidah umum kalau di atas 7 Magnitudo dan terjadi di lautan dangkal sumbernya, maka potensi tsunami besar akan terjadi di daerah sana (Pandeglang),” kata Widjo di gedung BMKG, Jalan Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/4). (ydh)

Komentar Anda

comments