Dinas Sosial Tangsel Percepat Pendataan Basis Data Terpadu

oleh
Walikota Tangsel Airin Rachmi menyalami veteran.
banner 300250

Palapanews.com- Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini sedang melakukan percepatan pendataan Basis Data Terpadu (BDP). Pendataan ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas penerapan sasaran program-program perlindungan sosial.

Hal ini dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Teddy Meiyadi dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Sosial di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Kecamatan Setu, Senin (12/3/2018).

Dengan menggunakan data dari BDT, maka akan membantu mengurangi kesalahan dalam penetapan sasaran program perlindungan sosial yang ada di Kota Tangsel. Ia juga menekankan, akan menggunakan sistem berbasis outcome dengan sasaran kemiskinan sehingga masalah sosial lainnya dapat teratasi.

“Saat ini sudah terdapat 15.009 Kartu Keluarga (KK) atau 45 ribu jiwa warga miskin yang terdata. Perubahan data demikian ditetapkan oleh Walikota Tangsel kepada Menteri Sosial agar dapat dijadikan BDT, agar tidak salah sasaran dalam penyempurnaan data,” ujarnya kepada Palapanews.

Dari data tersebut, menurutnya telah digulirkan bantuan pangan non tunai senilai Rp110 ribu/KK. Bahkan, mendapat bantuan senilai Rp1,7 hingga Rp2 juta setiap tahun yang didapat dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Forum OPD Dinsos Tangsel di Puspiptek. (nad)

“Oleh karena itu kami percepat dengan target 50 persen dalam waktu satu tahun, kami berharap di tahun 2021 dapat selesai,” ungkapnya.

Selain data dan waktu yang tepat sasaran, Teddy juga mengatakan ingin mengumpulkan sumber dana lain untuk membantu percepatan penanganan sosial melalui Corporate Social Responsibility perusahaan yang dibantu dengan data dari Dinas Pemukiman.

“Kita perjuangkan dana juga untuk disabilitas, dan persoalan yang ada di dalam rumah yang harus dipetakan secara detail. Kemudian, usulan-usulan tersebut akan masuk kedalam tahap bottom up hingga Musrenbang tingkat Kota,” Teddy menandaskan.

Di lokasi yang sama Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany berharap Dinas Sosial mampu meng-upgrade data dan menurunkan angka orang miskin di tiap Kecamatan yang ada di kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini. Ia pun berharap, jangan sampai program ini tidak berjalan dengan baik.

“Kalau ada orang miskin, kita tempel stiker di pintunya. Jadi jangan sampai warga mampu juga mendapat bantuan. Jangan sampai pendataan salah dan saya berharap angka kemiskinan bisa turun,” imbuhnya.

Dengan begitu, menurut Airin pemerintah bisa fokus ke pemberdayaan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat Tangsel. Dan, ia menekankan bahwa urusan sosial jangan menjadi sebuah pencitraan.

“Urusan sosial jangan sampai menjadi masalah pencitraan. Saya ingin masyarakat yang tidak mampu harus merasakan sentuhan langsung dari pemerintah,” tandasnya. (adv)

Komentar Anda

comments