Di Tangsel Marak Kasus Perceraian Dipicu Bermain Medsos

oleh
Kasi Bimas Islam Kemenag Tangsel, Abdul Rojak. (dok)

Palapanews.com- Kasus perceraian di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tergolong tinggi. Menariknya, kasus perceraian di kota paling muda di Provinsi Banten ini dipicu bermain media sosial (medsos).

“Justru penyebab perceraian didominasi medsos. Berawal dari curhat lewat handphone kemudian berlanjut perselingkuhan,” kata Kasi Bimas Islam pada Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan, Abdul Rojak.

Kasus perceraian, diakui Abdul Rojak, merata di hampir semua kecamatan. Namun, wilayah paling banyak ditemui kasus, yakni di Pondok Aren, Pamulang dan Ciputat.

“Usia rata-rata 40 tahun ke atas. Selain media sosial, penyebab lainnya ada beberapa faktor, seperti masalah ekonomi dan perselingkuhan,” Abdul Rojak menambahkan.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Tangerang yang juga membawahi wilayah Tangerang Selatan, pada tahun 2017 tercatat 4.000 kasus perceraian. Artinya, ada sekira 12 pasangan suami istri menggugat cerai setiap harinya.

“Kami terus berupaya menekan angka perceraian dengan melakukan sosialisasi, terutama kepada calon suami istri. Kami juga ada program konsultasi pra nikah,” tandasnya. (bbs/one)

Komentar Anda

comments