Speaker Pasif Unik Karya Workhsop Indoestri Makerspace

Diterbitkan  Minggu, 11 / 02 / 2018 12:12

Pengunjung BCA ExpoVersary 2018 ICE – BSD antusias mencoba Speaker Pasif. (bd)

Palapanews.com – Mampu menciptakan sebuah hasil karya dengan tangan sendiri tentunya bisa menjadi kebanggaan tersendiri. Di workshop Indoestri Makerspace, minat dan keterampilan Anda bisa diasah.

Selama tiga hari 9-11 Februari 2018, workshop Indoestri Makerspace bisa ditemui di arena BCA ExpoVersary 2018 ICE BSD, Tangerang. Sedangkan di luar acara tersebut workshop tetap buka di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Salah satu hasil karya yang banyak menyedot perhatian pengunjung BCA ExpoVersary 2018 yakni produk Speaker Pasif untuk smartphone. Berbahan dasar bamboo atau kayu dengan bentuk yang sangat sederhana pastinya Anda pun bisa membuatnya sendiri. Untuk bahan dasar bisa juga memanfaatkan bahan-bahan limbah yang terbuang atau yang tidak dimanfaatkan lagi.

Instruktur Inhouse Workshop, Nicolas Thoe saat ditemui di workshop BCA ExpoVersary 2018 menjelaskan, sebuah ‘pride’ (kebanggaan) tersendiri jika berhasil mewujudkan ide kreatif menjadi hasil karya yang nyata. Dengan konsep itulah workshop ini, berjalan yang mendapatkan antusias tinggi dari para peserta.

Untuk membuat speaker pasif ini, kata Nicolas, peserta disediakan tools (alat perlengkapan kerja) disertai bahan-bahan yang dibutuhkan. Salah satunya bahan kayu untuk membuat speaker yang berasar dari bongkaran rumah.

“Salah satu bahan pembuat speaker menggunakan kayu bongkaran rumah. Disamping itu, kita juga menggunakan bahan bambu, pinus dan jenis kayu lainnya,” papar Nicolas.

Barang-barang hasil karya Workhsop Indoestri Makerspace. (bd)

Bahan kayu tadi diukur dengan hitungan yang akurat kemudian membuat lubang pada posisi dan diameter tertentu. Semua itu dilakukan untuk menghasilkan suara yang lebih kuat dan jernih.

“Bentuk dari speaker pasif yang dihasilkan tergantung ide kreatif para peserta. Ada yang berbentuk kotak, persegi dan berbentuk tabung. Semua hasil karya itu menghasilkan suara yang lebih kencang dan jernih,” jelasnya.

“Speaker-speaker pasif ini akan dibawa pulang masing-masing peserta sebagai bukti bahwa diri sendiri mampu melakukan sesuatu yang besar dari bahan-bahan yang re-use dan terjangkau,” tambah Nicolas.

Riswan, Program Officer Workshop menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan proses yang dapat menghasilkan karya nyata dengan tangan sendiri dalam workshop itu. “Masyarakat Indonesia itu kaya akan ide kreatif. Untuk itu, kami ingin mengajak masyarakat mewujudkan ide tersebut melalui workshop ini,” pungkas Riswan. (bd)

Komentar Anda

comments