Klinik Bayi Tabung Pertama Hadir di Tangsel

oleh
Walikota Tangsel meresmikan Klinik Bayi Tabung di OMNI Hospital. (nad)
banner 300250
Walikota Tangsel meresmikan Klinik Bayi Tabung di OMNI Hospital. (nad)

Palapanews.com- Kehamilan dan lahirnya bayi yang sehat merupakan dambaan bagi pasangan suami istri. Namun, beberapa pasangan mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas sehingga sulit untuk mendapat keturunan.

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany yang datang dengan busana batik menyambut baik kehadiran Indo Fertility and IVF Centre di RS OMNI Hospital dan meresmikannya langsung, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya, tidak semua orang bisa memiliki keturunan. Maka dari itu, Indo Fertility and IVF Centre merupakan tujuan yang bagus bagi para pasangan suami istri yang belum diberikan keturunan.

“Kita ketahui semua orang mendambakan seorang anak sebagai generasi penerus. Tidak semua orang bisa beruntung seperti saya dan orang-orang lainnya yang secara mudah mendapatkan keturunan,” tuturnya.

Ia mengatakan, memiliki sahabat yang tidak seberuntung seperti dirinya. Dengan adanya klinik ini, ia berharap bisa menjadi alternatif khususnya di Tangerang Selatan dan daerah lain. Sehingga bisa menjadi salah satu alternatif untuk bisa mendapatkan anak.

Kemudian ia pun mengatakan dengan adanya klinik ini ada transfer ilmu bagi para dokter yang ada di kota berpenduduk 1,45 juta jiwa ini, tapi juga diharapkan agar tidak menjadi persaingan.

Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultasi Fertilitas Endokrin Reproduksi, Sudirmanto menambahkan sebanyak 10 persen penyebab tidak bisa mempunyai anak tidak diketahui. Oleh sebab itu, dengan One Stop Service yang ada di klinik ini, mulai investigasi hingga melakukan suatu upaya diharapkan tidak perlu lagi pergi keluar negeri.

“Program bayi tabung semakin banyak dibutuhkan. Dengan diresmikannya klinik ini, kami berharap dengan penanganan yang semakin cepat maka masih besar juga peluangbuntuk mendapatkan kehamilan,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, keberhasilan bayi tabung tergantung dari usia wanita, kualitas sperma, embrio yang dimasukkan ke dalam bayi tabung serta kondisi rahim. Dan ini yang menyebabkan tingkat keberhasilan berbeda-beda.

“Untuk diketahui, di sini kami tidak menerima donor telur, sperma dan titip rahim,” jelasnya. (nad)

Komentar Anda

comments