Food Station Klaim Stok & Harga Beras di Jakarta Stabil

oleh
Wakil Gubernur DKI Jakarta bertandang ke PT Food Station Tjipinang Jaya. (ist)
banner 300250
Wakil Gubernur DKI Jakarta bertandang ke PT Food Station Tjipinang Jaya. (ist)

Palapanews.com- Ramainya pemberitaan mengenai kondisi beras secara nasional nyatanya tidak berdampak pada harga beras di Jakarta. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo menegaskan masih terkendalinya harga beras di lingkungan DKI Jakarta.

“Harga beras kita 2 tahun terakhir sangat terkawal dan terkontrol dengan baik. Kita dapat pengakuan dari Bank Indonesia menjadi salah satu yang terbaik untuk pengendalian harga beras,” kata Arief dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut Arief menjelaskan bahwa mengenai jumlah stok beras yang tersedia sangat aman dan tidak terpengaruh oleh keadaan pasokan beras secara nasional.

“Sampai hari ini kita masih terus datangkan 200 container tambahan dari Sulawesi, Sebelumnya 200 container sudah masuk. Ini karya kita di Jakarta dan didorong Pak Gubernur dan Wagub. Kami Food Station insyallah terus mengawal pasokan beras di ibukota,” imbuh Arief.

Dijelaskan, Food Station bahkan sedang fokus untuk penambahan pangan lainnya yang menjadi kebutuhan pokok warga DKI Jakarta terutama bagi warga menengah ke bawah.

“Justru kita saat ini sedang siapkan penambahan item, susu dan ikan bagi pemegang KJP, penghuni rusun dan PHL. Ada tambahan lansia dan buruh UMP yang sedang diverifikasi Dukcapil dan Disnaker,” imbuh Arief.

Sebelumnya Jakarta Monitoring Network (JMN) mengkritisi PT Food Station Tjipinang Jaya nol persen perannya dalam stabilitas stok dan harga beras. Achmad Sulhy selaku Direktur Eksekutif JMN bahkan mensinyalir PT Food Station turut andil dalam melambungnya harga beras di Jakarta.

Sulhy juga meminta agar Komite Pencegahan Korupsi agar menganalisa Food Station. Menurutnya bila ditemui kesalahan, Arief Prasetyo selaku Direktur Utama Food Station layak diberi sanksi bahkan dicopot dari jabatannya. (red)

Komentar Anda

comments