Berbagi Baksos, Paguyuban 52 Sambangi Poskotis

Diterbitkan  Senin, 01 / 01 / 2018 5:10

Palapanews.com– Menjelang Tahun Baru 2018, Paguyuban 52 yang merupakan wadah untuk semua orang yang ingin menginfakan waktu, rezeki, pemikiran, dan tenaga untuk kehidupan
menggelar bakti sosial (baksos), Minggu (31/12).

Baksos tersebut difokuskan pada Pos Pengamanan (Poskotis) di Tangerang Raya. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Paguyuban 52, Ahmad Sihabudin.

Menurut Sihabudin, kegiatan ini (baksos) merupakan yang pertama kali dilakukan oleh temen-teman yang pernah belajar di Tangerang. Dan, tujuan dari baksos tersebut adalah saling berbagi terhadap anggota kepolisian yang telah bertugas menjelang maupun saat Tahun Baru 2018.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kita untuk saling berbagi terhadap sesama,” ujar Sihabudin.

Sekretaris Paguyuban 52, Ummi Kalsum menerangkan, Pos polisi lebih diutamakan karena menjelang Tahun Baru 2018, para anggota polisi telah bekerja dengan ekstra, bahkan hingga larut malam. “Kerja keras dari kepolisian juga harus diperhatian. Untuk itu, kami akan menyambangi pos-pos polisi untuk diberikan bantuan,” kata Ummi Kalsum.

Adapun pos polisi yang akan disambangi yakni WTC Serpong,  GIANT Bintaro, Play Over Ciputat, Perempatan AEON, Bundaran Summarecon Mal, Bundaran Lippo Karawaci, Palza Shinta, Masjid Agung, Pintu Masuk Modernland, dan Fly Over BayPass PLN Tangerang.

“Semoga dengan baksos ini bisa membantu terhadap sesama (anggota) polisi yang bekerja semaksimal mungkin demi kelancaran dan kondusifitas wilayah,” papar Ummi Kalsum.

Sementara itu, Paguyuban 52 ini tidak hanya fokus pada bakti sosial saja, tapi di 2018 ini, Paguyuban yang terdiri dari 30 orang tersebut akan membuka atau membuat Taman Bacaan yang terletak di 103 kelurahan. “Kami juga melakukan komunikasi dengan RT, RW dan Kelurahan lokasi mana yang pas untuk dibangun Taman Bacaan,” jelas Sihabudin.

Diketahui, Paguyuban ini dibentuk dengan semangat Memberi Pasti Diberi, saling berbagi itu Indah oleh semua orang yang terpanggil saatnya kini berbagi dan memberi. Dan, Paguyuban ini sifatnya terbuka karena sebagai wadah untuk semua orang yang ingin menginfakan waktu, rezeki, pemikiran, dan tenaganya untuk kehidupan.

Paguyuban 52 hanyalah sebuah nama tidak memiliki konotasi atau tafsiran pada agama atau ideologi tertentu, angka 52 hanyalah kebetulan orang yang memiliki semangat dalam paguyuban ini umumnya berusia 52 tahun. (ydh)

Komentar Anda

comments