MD Hubbul Wathon Galang Petisi untuk Donald Trump

Diterbitkan  Senin, 11 / 12 / 2017 14:08

Petisi MD Hubbul Wathon soal penolakan Yerusalem dijadikan Ibukota Israel.

Palapanews.com- Majelis Dzikir (MD) Hubbul Wathon membuat petisi untuk Presiden Amerika Donald Trump. Petisi ini menindaklanjuti pernyataan kontroversial Trump soal Yerusalem dijadikan sebagai Ibukota Israel.

Hingga Senin (11/12/2017) pukul 13.57, petisi online di situs change.org itu sudah mengumpulkan 17.001 tandatangan dari target 25.000 tandatangan. Petisi ini dimulai pada Kamis (7/12/2017) lalu.

Pada petisi dengan judul Jerussalem For All, DUKUNG PENOLAKAN Yerusalem jadi Ibukota Israel ini diungkapkan pula beragam alasan penolakan kebijakan kontroversial presiden AS tersebut.

Alasan pokoknya, antara lain:

1. Resolusi Dewan Keamanan PBB No 2334 tertanggal 23 Desember 2016 menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967.

2. Resolusi Majelis Umum PBB No. 2253 tanggal 4 Juli 1967 hingga Resolusi No. 71 tanggal 23 Desember 2016 yang pada pokoknya menegaskan perlindungan Yerussalem terhadap okupasi Israel.

3. Resolusi No. 150 tanggal 27 November 1996, Unesco menyebut “Kota Tua Yerussalem” sebagai warisan dunia yang terancam punah. Dan pembangunan terowongan dekat Masjid Al Aqsa oleh Israel sebagai tindakan yang menyerang sentimen keagamaan di dunia.

4. Pernyataan Donald Trump menjadi Yerusalem sebagai Ibukota Israel telah melukai masyarakat internasional. Harusnya Yerusalem dijadikan sebagai simbol perdamaian dunia, kota suci umat Islam, Kristen dan Yahudi.

5. Presiden Trump mengabaikan proses perdamaian yang telah dilakukan dengan susah payah. Trump akan memicu tumbuhnya radikalisme di mana-mana. Dan, secara sadar menjerumuskan dunia ke dalam konflik yang tidak berkesudahan. Sebagai dampaknya, Presiden Trump akan menjadi musuh bersama warga dunia karena telah menyalahkan bara konflik di Yerusalem. Pemimpin dunia sebaiknya membuat konsensus perdamaian yang lebih permanen terkait Yerusalem.

“Kami mengajak saudara semua untuk menyatakan sikap mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump dan mendukung “Petisi Penolakan Yerusaalem sebagai Ibukota Israel” karena Yerusaalem milik kita semua,” kata HHA atau Hery Haryanto Azumi, Sekjend MD Hubbul Wathon, selaku penggalang petisi online.

Untuk diketahui, petisi online ini juga akan dikirim langsung ke Presiden Donald Trump dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (one)

Komentar Anda

comments