Tim Mahasiswa Teknik Industri UMT Raih Juara 2 Kompetisi Tingkat Asia

Diterbitkan  Kamis, 02 / 11 / 2017 18:42

Palapanews.com Kompetisi INDISCO_9 atau Industrial Design Competition merupakan kompetisi tahunan HMTI Universitas Diponegoro. Dimana, untuk pesertanya berasal dari universitas dalam negeri dan Asia.

Dalam penyelengaraan kompetisi ke-9 ini, tema yang diusung adalah ‘Experience Design for Functional Household Products’. Tim mahasiswa UMT bernama ‘FATIND’ berhasil meraih juara 2 setelah tim Undip meraih juara 1.

Hal ini menunjukan bahwa tim UMT berhasil mengalahkan ide design dari tim mahasiswa UGM, UI, Trisakti, Brawijaya, Telkom University, Udinus, bahkan Beijing Institute of Technology sebagai finalis dari negeri Tiongkok.

Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ahmad Badawi menerangkan,  dalam kompetisi ini, mahasiswa Teknik Industri UMT mempresentasikan design produk ‘OS TABLE’ atau One Serving Table yang merupakan sebuah meja tamu multifungsi yaitu mempunyai dispenser yang bekerja berdasarkan sensor otomatis untuk 3 jenis minuman, laci penyimpang gelas dan makanan serta mempunyai 2 koneksi USB charger sebagai pengisi daya bagi gadget para tamu7.

“OS Table tersebut dapat dilipat menjadi ukuran lebih kecil, sehingga sangat menghemat tempat ruang tamu. Dengan dimensi meja tamu yang ergonomis dan ringkas, sangat sesuai kondisi ruang tamu di rumah Indonesia yang cenderung kecil luasan ruangnya,” kata Ahmad Badawi.

Dikatakan Badawi, pencapaian ini merupakan ‘hattrick’ bagi Teknik Industri UMT dalam tahun 2017, karena sebelumnya tim ULTEDUS dalam kompetisi tingkat nasional GIEF (Gunadarma Industrial Engineering Fair) di Universitas Gunadarma telah meraih juara 3. Selain itu tim ALTERI dalam kompetisi tingkat nasional DESCOMFIRST (The Design Competition for the Industrial System and Environment) di Universitas Negeri Surakarta berhasil meraih juara 2.

“Prestasi-prestasi tersebut telah menjadi pemicu bagi semua civitas akademis UMT untuk selalu meningkatkan kemampuan diri serta berpikir kreatif inovatif dengan semangat kerjasama dan keterbukaan terhadap ide-ide baru. Semua itu demi perguruan tinggi yang berkemajuan dan menjadi pencerahan bagi umat,” jelasnya. (ydh)

Komentar Anda

comments