Di Seoul, Arief Paparkan Program Pembangunan Berkelanjutan di Kota Tangerang

Diterbitkan  Jumat, 20 / 10 / 2017 17:07

Palapanews.com- Berbagai kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan yang ada di Kota Tangerang telah menarik minat ICLEI yang merupakan lembaga internasional yang konsen terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di dunia.

Untuk itu, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah diundang sebagai salah satu pemateri dalam Forum Walikota Dunia yang diselenggarakan di Seoul Korea Selatan.

Melalui sambungan telepon, Arief R Wismansyah menyampaikan, dirinya mendapatkan kesempatan untuk memaparkan beberapa program unggulan dalam mengatasi perubahan iklim diantaranya penghijauan yang meliputi program Tangerang Bersih, Tangerang Sehat dan pengelolaan sampah.

“Termasuk juga program penghematan energi dengan menggunakan transportasi massal yang nyaman dan aman. Dan juga sistem rekayasa lalau lintas melalui Area Traffic Control System (ATCS),” ujar Arief,Jumat (20/10).

Arief juga menambahkan, jika dirinya juga menceritakan kepada para peserta terkait pelaksanaan kegiatan Car Free Day setiap akhir pekan dan pembuatan jalur khusus sepeda, yang bertujuan agar polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bisa berkurang.

“Sementara untuk menjaga mutu kualitas udara yang berakibat pada perubahan iklim, Pemkot Tangerang juga melakukan uji emisi kendaraan secara rutin dan juga memasang alat pengukur udara di beberapa lokasi,” terang Arief seraya menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan program Langit Biru yang diluncurkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

“Hasilnya, Pemkot Tangerang pernah mendapatkan penghargaan langit biru karena mampu menjaga kualitas udara dengan baik,” imbuhnya.

Dalam acara yang bertajuk 2017 Seoul Mayors Forum on Climate Change, Arief memaparkan program unggulan lainnya seperti Kampung Iklim yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar secara mandiri bisa lebih peduli terhadap lingkungannya.

“Kita ajak masyarakat untuk membuat biopori, sumur resapan, selain juga kita lakukan penataan lingkungan seperti perbaikan jalan, penerangan jalan umum, pembuatan sistem drainase hingga perbaikan rumah layak huni,” paparnya.

Dan yang terakhir, untuk merespon dampak perubahan iklim, Pemkot Tangerang juga menyediakan layanan gawat darurat yakni call center 112. Layanan ini mencakup beberapa laporan yakni kriminal, kecelakaan hingga kebutuhan ambulance.

“Seluruh program dan layanan ini sudah diterapkan oleh Pemkot Tangerang sejak tahun 2013 dan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Untuk mewujudkan semua ini, Pemkot melibatkan peran warga karena kewaspadaan menjaga perubahan iklim dapat dilakukan oleh warga,” ujarnya yang mendapatkan antusias dari peserta forum lainnya.

Dalam forum Walikota se dunia itu, Arief juga bercerita bahwa dirinya juga bertukar program dengan perwakilan kota lain untuk menyelesaikan masalah kota. Selain mengikuti forum diskusi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan untuk pembangunan di Kota Tangerang kedepannya,”terangnya. (ydh)

Komentar Anda

comments