Dishub Pasang Empat Alat Dipersimpangan


Pengendara Tak Tertib, Bisa Ditegur Lewat Traffic Public Announcement

Diterbitkan  Kamis, 21 / 09 / 2017 16:39

 

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang kembali menerapkan Traffic Public Announcement (TPA). Sebelumnya Dishub menerapkan Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS).

Traffic Public Announcement (TPA) merupakan alat tersebut memungkinkan petugas untuk bisa memberikan teguran ataupun imbauan ke pengguna jalan yang ada di beberapa simpang di Kota Tangerang, sehingga kemacetan ataupun kesemerawutan yang ada di simpang sebagai akibat dari kurang tertibnya pengendara jalan bisa diminimalisir.

Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah menyempatkan diri untuk mencoba alat tersebut, dengan mengimbau kepada pengguna jalan yang kebetulan melewati garis batas zebra cross untuk mememundurkan kendaraannya, sehingga tidak mengganggu pejalan kaki yang melintas.

“Bapak yang pakai baju merah silahkan mundur sedikit ke belakang agar tidak menghalangi pejajalan kaki yang melintas, mari kita biasakan berlaku tertib,” imbau Walikota lewat TPA yang ada di Comand Center Dishub Kota Tangerang.

Dan sebagai informasi, dari 33 simpang yang sudah terpasang ATCS saat ini baru empat simpang yang sudah ada TPA-nya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menyampaikan, Pemkot Tangerang selama ini dalam menyelesaikan persoalan transportasi terutama yang terkait dengan kemacetan juga telah melakukan berbagai antara lain, pengembangan trasnportasi massal melalui bus BRT yang melayani rute Jatake-Poris, selanjutnya juga penambahan geometri jalan untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, selain tentunya juga koordinasi dengan berbagai pihak untuk meminimalisir dampak kemacetan di Kota Akhlakul karimah.

“Bentar lagi ada kereta api Jakarta Ekspress Bandara, Jalan Tol Bandara-Kunciran apakah itu menyelesaikan persoalan kemacetan ? belum tentu,” katanya.

“Kita semua harus mampu berupaya tidak cukup hanya dengan kerja keras tapi ketulusan pengabdian kita yang membawa kerja keras kita mampu memberi solusi buat persoalan perkotaan, dan ini sekali lagi perlu dukungan masyarakat minimal pengguna kendaraan agar tetap tertib berlalu lintas,” paparnya. (ydh)

Komentar Anda

comments