Komunitas JPG Butuh Track Sepeda Gunung

Diterbitkan  Senin, 18 / 09 / 2017 6:13

Komunitas Sepeda Gunung JPG.

Palapanews.com- Para pecinta sepeda pasti sudah sangat mengenal komunitas sepeda gunung Indonesia Mountain Bike (MTB) Community Jalur Pipa Gas (JPG). Komunitas sepeda gunung yang didirikan tahun 1995 ini, telah berulang kali menggelar berbagai even penting untuk tingkat nasional dan internasional.

Ketua Indonesia Mountain Bike Community Jalur Pipa Gas, Devin menjelaskan, komunitas yang berdomisili di Jalan Raya Lengkong Gudang Timur (Leguti), Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini merupakan komunitas sepeda gunung tertua dan terbesar di Indonesia.

“Karenanya, hingga saat ini telah menjadi barometer sepeda gunung nomor cross-country di negeri tercinta ini,” kata Devin.

Devin melanjutkan, dalam hal even yang membesarkan nama komunitas dan mengharumkan nama Tangsel, pihaknya telah melakukan banyak hal.

“JPG Race 3 M Tahun 2004 sebanyak 3 series, MTB Trend 2007 & 2008 yang dihadiri ribuan pengunjung serta club dan komunitas sepeda seluruh Indonesia. Endurance 10 lap / 4 jam di JPG Mountain Bike Park yang diikuti 180 peserta atlit dan non atlet,” terang Devin.

“Belum lagi, even JPG Bight Ride / Night Race, JPG XC Race Championship yang diikuti ratusan atlet dan non atlet. JPG BSD Race 1-3 hingga JPG-Kemenpora Bike Marathon dan MTB XC Open Championship. Masih banyak even yang telah kami laksanakan,” tambah Devin.

Namun, mulai timbul kendala disaat track area JPG yang berlokasi di Leguti tersebut mulai ditembok dan alat-alat berat mulai beroperasi.

“Track area itu tanahnya Sinar Mas dan sekarang ingin dibangun, kami tidak bisa berkata apa-apa. Karena memang milik Sinar Mas,” papar Devin.

Akhirnya, komunitas sepeda gunung itu terancam tak bisa melakukan pelatihan dan aktifitasnya, karena track areanya mulai di pasang pagar dan beroperasinya alat berat.

Kemudian, Devin bersama pengurus JPG lainnya mencoba mencari solusi ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kami coba mencari solusi ke Pemkot Tangsel. Karena, Sangat disayangkan bila komunitas sebesar JPG yang sudah mengharumkan nama Tangsel ini harus mencari track area ke daerah lain,” jelasnya.

Denmen, pengurus JPG lainnya menambahkan, pihaknya berharap agar Pemkot Tangsel dapat menyediakan lahan yang dapat dijadikan track area. Agar, JPG dapat terus berekspresi dan terus melahirkan atlit-atlit professional yang kedepannya tetap membawa harum nama Tangsel.

“Kami berharap Pemkot Tangsel dapat mendengar aspirasi kami untuk penyediaan lahan track area,” pungkas Denmen.(fit)

Komentar Anda

comments