Guru Menengah Atas Mengeluh


Soal Insentif yang Hilang, PGRI Minta Guru Kompak ke Pemprov Banten

Diterbitkan  Selasa, 12 / 09 / 2017 7:08

Ketua PGRI Kota Tangerang, Jamaluddin.

Palapanews.com- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang, Jamaluddin mengajak guru SMA di Kota Tangerang untuk bersama-sama berjuang mengajukan insentif ke Pemerintah Provinsi Banten.

Hal tersebut dikatakan usai menghadiri audiensi dengan peserta aksi demonstrasi dari PGSRI, Senin (11/9/2017) di ruang Ekbang Kesra, Pemkot Tangerang.

“Tadi kita sama-sama mengetahui bahwa terhitung sejak 2 Oktober 2016 kita sudah harus melaksanakan Undang-undang No. 23 tahun 2014 sehingga tidak ada celah lagi untuk di Kota Tangerang,” ujar Jamaluddin, Ketua PGRI Kota Tangerang.

Dirinya mengatakan, PGRI selalu ikut berjuang dalam mensejahterahkan guru – guru, khususnya guru honorer di Kota Tangerang.

“Kita tahu bahwa semenjak dulu belum ada insentif, kita perjuangkan, bahkan saat sudah ada insentif kita usulkan untuk naik hingga mencapai Rp 650 ribu pada terakhir kali,” ujarnya.

Pria yang dekat dengan guru itu mengatakan, akan mengirim surat permohonan kepada Gubernur Banten yang telah memegang pengelolaan SMA/SMK untuk ikut memperhatikan insentif guru honorer tersebut.

“Karena terkait SMA/SMK kewenangannya ada di Provinsi, maka PGRI Kota Tangerang akan mengirim Permohonan kepada pak Gubernur agar tahun ini bisa dianggarkan karena saat ini sedang menyusun anggaran Perubahan. Beliau juga concern masalah pendidikan jadi semoga bisa diberikan,” ujarnya.

Lelaki yang saat ini menjabat Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang tersebut berharap para guru honorer dari PGSRI ikut bersama-sama mengajukan hal tersebut kepada Provinsi.

“Mari sama-sama kita ajukan ke Pemprov, agar kesejahteraan guru SMA/SMK yang sejak diambil alih oleh Provinsi menjadi tidak baik, bisa kembali seperti masih di pegang Pemkot,” tandasnya. (ydh)

Komentar Anda

comments