Masyarakat Wajib Terlibat Dalam Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi

Diterbitkan  Selasa, 05 / 09 / 2017 20:20

Palapanews.com- Minimalisir angka kematian ibu dan anak di Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Pembelajaran Audit Material Perinatal.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 300 peserta yang berasal dari unsur perwakilan IBU, IDI dan termasuk juga perwakilan RS se-Kota Tangerang. Dan, juga dihadiri oleh Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Dalam kesempatan ini, Arief R. Wismansyah mengajak semua komponen masyarakat terlibat dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi di Kota Tangerang.

“Kita perlu langkah kongkrit bersama.Terlebih Saya kira di kota ini tidak kekurangan sarana kesehatan,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Arief berharap agar para tenaga medis juga bisa melibatkan unsur masyarakat lainnya dalam usaha menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Ajak pihak kementerian agama, bikin pelatihan-pelatihan yang melibatkan para calon pengantin. Karena menikah itu bukan hanya bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah namun juga sehat secara jasmani dan rohani,” tutur Arief seraya menambahkan, libatkan perguruan tinggi juga, Akbid atau yang sejenisnya biar semuanya juga bergerak.

“Harus ada edukasi secara menyeluruh kepada masyarakat terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta menumbuhkan semangat nyata menurunkan Kematian ibu dan anak harus dimulai dari awal, tekankan tindakan preventif dan promotif dibanding kuratif, karena kalau sudah terjadi juga percuma penanganannya,” ringkasnya.

Arief menegaskan, keterbatasan masyarakat baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi harus dikikis, karena dua kendala itulah yang membatasi masyarakat untuk memeriksakan kehamilannya sedini mungkin.

Sebagai informasi untuk angka kematian bayi di Kota Tangerang di tahun 2017 mencapai 32 kejadian lebih rendah dibanding tahun 2016 yang mencapai 83 kematian. Sedang untuk angka kematian ibu di tahun 2017 ada 6 kematian lebih rendah dibanding tahun 2016 yang mencapai 19 kematian. (ydh)

Komentar Anda

comments