Media Jadi Kekuatan Politik Tersendiri

Diterbitkan  Kamis, 24 / 08 / 2017 7:28

Ketua PBNU, Juri Ardianto.

Palapanews.com- Perkembangan teknologi informasi sekarang ini menjadikan media sebagai kekuatan politik tersendiri. Dengan adanya sosial media maka informasi yang diterima masyarakat kian terbuka. Namun yang terpenting adalah, kenapa media menjadi kekuatan politik baru, karena media memiliki kemampuan mendesain.

Demikian dikemukakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Juri Ardiantoro. Dengan demikian cabang-cabang kekuasaan akan terus berkembang. Ia sadar, bahwa tantangan para pelaku media semakin dinamis.

“Selain sebagai kekuatan politik, media juga sudah menjadi institusi keagamaan. Media bisa sebagai sarana mengonsolidir sentimen keagamaan,” ujarnya saat memberikan tausiyah di hadapan peserta Konsolidasi Nasional Media Islam Ramah yang dilaksanakan Badan Komunikasi Informasi dan Publikasi-Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU di Jakarta (22/8/2017) lalu.

Ditambahkan Juri -mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ini, sudah banyak media menyuguhi konten-konten keagamaan. Untuk itu, lanjut dia, menjadi tantangan peran media untuk menampilkan konten-konten Islam yang ramah. Karena konten-konten keagamaan yang beredar di masyarakat, belum tentu memberi cukup dalil-dalil yang kuat. Kondisi ini menurutnya sangat mengkhawatirkan.

“Apalagi konten hoax dan kekerasan mengatasnamakan agama. Ini harus diantisipasi. Media Islam ramah harus menampilkan sudut pandang yang konferehensif tentang agama ke ruang publik,” demikian Juri.(red)

Komentar Anda

comments