Mahasiswi Asal Tangerang Ini Mengabdi hingga ke Gorontalo

Diterbitkan  Rabu, 23 / 08 / 2017 10:16

Mahasiswi UIN Jakarta, Ariani Baroroh Baried.

Palapanews.com- Terbatasnya akses pendidikan dan tidak meratanya pembangunan ekonomi di pelosok mendorong Ariani Baroroh Baried untuk membagikan ilmunya. Lewat Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKNK), ia juga ingin menanamkan rasa cintanya kepada tanah air.

Kegiatan ini berlangsung sejak 22 Juli hingga 23 Agustus 2017. Sebanyak 437 mahasiswa terbaik dengan latar belakang keilmuan, suku bangsa dan budaya berbeda yang berasal dari 53 perguruan tinggi dari berbagai provinsi di Indonesia serta 2 perguruan tinggi dari luar negeri (Malaysia dan Jepang) berbaur menjadi satu di kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

“Banyak wilayah di Indonesia yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Yang akhirnya akses ke sana sulit, pendidikan sulit dan memprihatinkan,” kata Ariani, Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (23/8/2017).

Mahasiswi Jurusan Perbandingan Agama tersebut menambahkan melalui KKN Kebangsaan, para mahasiswa dapat mempraktekkan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh pengalaman, jaringan yang luas serta membangun rasa cinta tanah air.

“KKN Kebangsaan ini akan sangat bermanfaat di masa depan dengan terbangunnya jejaring kemitraan antar mahasiswa se-Indonesia sehingga kelak dapat menjadi pemimpin yang baik, profesional di bidangnya, dan terus merajut rasa kebangsaan, cinta tanah air,” ujar mahasiswi asal Tangerang ini.

Dalam kegiatan ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengikutsertakan 5 orang mahasiswa. Mereka terpilih berdasarkan seleksi terbuka di UIN yang dimulai pada Mei yang lalu. Dari sekian banyak calon peserta KKN UIN Jakarta, Ariani terpilih sebagai delegasi UIN Jakarta menuju Gorontalo.

“Tentu saja ada kriteria yang ditetapkan seperti kemampuan berbicara dan menulis yang baik. Namun kriteria utama adalah bagaimana mahasiswa dapat hidup sederhana dan berbaur dengan masyarakat yang budayanya sangat jauh berbeda dari pulau jawa,” ujar Ariani yang juga aktivis HMI Ciputat ini.

Dengan demikian, tambah Ariani, setiap mahasiswa harus bisa hidup sesederhana mungkin sebab hidup yang serba praktis hanya akan menghasilkan generasi yang lemah. “Tanpa adanya KKN, mahasiswa memang harusnya sederhana, sehingga ilmu lebih mudah diterapkan dan diterima oleh masyarakat” ujar Ariani saat acara penutupan KKNK di Gorontalo.(*)

Laporan Deddy Ibmar

Komentar Anda

comments