Pilkada Kota Tangerang 2018


Golkar Tak Bertaring, Arief Gantung Sachrudin

Diterbitkan  Senin, 14 / 08 / 2017 8:41

Palapanews.com Keluarnya rekomendasi DPP Partai Golongan Karya (Golkar) pada Sachrudin sebagai Calon Walikota / Wakil Walikota tak lain untuk melakukan lobby terhadap Arief R Wismansyah untuk dapat berdampingan kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang 2018 mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesia, Hasanudin Bije.

Menurut Bije, hal yang dilakukan oleh Partai Golkar adalah berusaha meloby untuk bergandengan kembali dengan Arief R. Wismansyah (ARW) sebagai Wakil, dan apabila hal tersebut tidak tercapai maka Golkar baru mencalonkan Sachrudin sebagai Walikota Tangerang.

“Saya agak bingung dengan strategi semacam ini. Golkar berpikir seolah mudah membulak balik kemungkinan dan terkesan sudah menguasai koalisi permanen dengan partai lain untuk memenuhi persyaratan kursi.
Menurut saya, sikap Golkar justru sangat menguntungkan ARW dan partai pendukungnya (Demokrat, PPP, PKS, PAN dan. mungkin banyak partai lainnya),” kata Bije seraya menegaskan, sampai saat ini, pihaknya tidak mendengar telah ada komitmen dari Arief untuk berpasangan dengan Sahrudin. Sehingga  Arief terlihat enjoy melakukan sosialisasikan program kerjanya dan partai pendukungnya mulai bergerilya di akar rumput tanpa harus terikat dengan Golkar.

“Sementara Sahrudin dan Golkar hanya menunggu kepastian.  Tidak melakukan kerja politik apa-apa karena khawatir ARW tersinggung dan tidak mau berdampingan. Sementara diam menunggu pun tidak juga menjadi jaminan ARW pada akhirnya akan bersedia berdampingan kembali dengan Sachrudin,” ringkasnya.

Pria yang akrab disapa Bije ini mengungkapkan, ARW bisa saja bergandengan dengan siapa pun, tidak harus dengan Sachrudin karena sampai saat ini tidak ada pembicaraan yang intens antara Sachrudin, tim Golkar dengan ARW.

Sementara itu, jika dilihat secara logika, ARW merupakan satu-satunya kandidat kuat dalam Pilkada Kota Tangerang 2018 mendatang, hal ini bisa dilihat mulai dari Kompetensi, Performance, Finansial dan Elektabilitasnya sangat tinggi. Dan, sampai saat ini tidak ada satupun partai, atau figur lain yg berani menantang untuk menjadi lawan ARW di Pilwakot 2018.

“Dengan kondisi terunggul, ARW sangat tidak tergantung pada Sahrudin dan Golkar. Dia logis mengambil siapapun figur untuk jadi wakilnya,” paparnya.

Disisi lain, Sahrudin dan Golkar seharusnya tidak hanya realistis dalam hal nyalon Walikota. Tetapi juga harus realistis ketika hendak menjadi Wakil Arief. Apa yang ditawarkan…Kompetensi ? Performence ? Finansial ? atau Elektabilitas ?. Pasalnya, semua orang bisa menilai, kira-kira daya tawar apa yang bisa diajukan Sahrudin pada ARW ? Kalau cuma sebagai Ketua Partai, ya itu mah yang lain juga bisa.

“Saya pikir dari 4 unsur itu Sachrudin setara dengan figur ketua partai lainnya.
Jadi menurut saya kedudukan  Sachrudin di mata ARW saat ini, tidaklah istimewa. Tidak membuatnya merasa membutuhkan Sahrudin dan Golkarnya untuk menang di 2018. Tidak membuatnya berpikir harus berdampingan dengan Sahrudin.
Nah, Golkar harusnya paham itu. Harus ada kelebihan Sachrudin yang ditawarkan pada ARW. Sayangnya, sampai saat ini, ternyata …tidak ada,” jelasnya. (ydh)

Komentar Anda

comments