Talkshow RSU Siloam, Edukasi Peserta Deteksi Dini Kanker Serviks

Diterbitkan  Jumat, 11 / 08 / 2017 23:12

Peserta antusias mengikuti paparan Dokter Safitri, pembicara Talkshow di RSU Siloam. (bd)

Palapanews.com – Kanker serviks saat ini, menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi kaum hawa. Setelah baru-baru ini, salah seorang artis terkenal Indonesia disinyalir meninggal akibat serangan Kanker Serviks. Lalu seperti apa sebenarnya penyakit yang bisa mengancam jiwa ini.

Seluk beluk penyakit  yang kasusnya menduduki peringkat kedua di seluruh kanker perempuan ini, dibedah dalam Talkshow yang digelar Rumah Sakit Umum Siloam (RSUS) Lippo Village, Tangerang, yang berlangsung di Lobby RSUS, Jumat (11/08/2017).

Menghadirkan pembicara dr. Dyana Safitri Velies, Sp.OG, M.Kes, Talkshow yang berlangsung satu jam itu mampu mengedukasi peserta yang sebagian besar kaum perempuan. Meskipun sangat singkat, namun Talkshow berlangsung komunikatif, terlihat dari sessi dialog interaktif banyak peserta yang mengajukan pertanyaan.

“Serviks itu mulut rahim atau sering disebut leher rahim dan serviks bila kena kanker akan berubah bentuk. Kanker Serviks menyerang wanita selain kanker payudara. Kebanyakan terdeteksi sudah stadium lanjut sehingga hanya 10-25 % kesempatan hidup hingga 5 tahun,” ungkap Dokter Safitri.

Lalu siapa saja yang bisa tertular?  Menjawab pertanyaan tersebut, menurut dokter berparas cantik ini, semua orang beresiko termasuk laki-laki terkena inveksi HPV (Human Papiloma Virus). Hingga 75% yang sudah berhubungan seksual aktif beresiko terserang virus kanker.

“Kurang dari 20 tahun sudah berhubungan seksual, banya pasangan dan penurunan kekebalan tubuh,” jelas Dokter Safitri merinci faktor pemicu meningkatnya resiko terserang virus.

Lebih jauh menurutnya, Virus HVP ada di mana mana maka harus selalu waspada. Berawal dari kekebalan tubuh, biasanya dari inveksi ke kanker membutuhkan waktu 20-30 tahun. Adapun pencegahan yang bisa dilakukan seperti menghindari berhubungan seksual saat remaja, setia pada satu pasangan dan gunakan kondom.

Ini macam-macam upaya pencegahan; Pencegahan Primer seperti vaksin HVP untuk kekebalan tubuh atau mengkonsumsi tablet khusus. Pencegahan Sekunder (bagi yang terinveksi) seperti pemeriksaan DNA HVP dan Papsmear. Kemudian Pencegahan Tersier (yang sudah terkena kanker) seperti operasi, radiasi, kemoterapi dan kemo-radiasi.

“Namun, biar bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegas Dokter Safitri menyarankan kepada para peserta Talkshow. (bd)

Komentar Anda

comments