Gembong Narkotika Jaringan Lapas Tewas Kena Timas Panas

Diterbitkan  Selasa, 08 / 08 / 2017 6:28

Palapanews.com- Gembong narkotika jaringan Lapas, Hendra tewas kena timah panas karena mencoba melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota saat diminta menunjukkan rekan jaringannya di dekat Lapas Pemuda, Jalan Pemuda Tangerang, Senin (7/8) pagi.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol, Harry Kurniawan didampingi Kasat Narkoba AKBP Jonter Banuarea mengungkapkan, selain menembak mati Hendra, petugas lebih dulu menangkap hidup hidup Sindy, janda muda yang merupakan kekasih Hendra dan tiga kaki tangan Hendra.

Harry Kurniawan menuturkan, pengungkapan sindikat narkotika ini dilakukan setelah kepolisian menerima informasi dari mata-matanya. Berawal Sabtu 5 Agustus 2017 sekira jam 18.30 wib, petugas menangkap K di daerah Pedurenan Timur, Kec. Karang Tengah.

“Dari K kami sita 11 paket sabu,” ungkapnya.

Pengembangan terus berlanjut. Malamnya, polisi meringkus AL di Jalan Anggaran Karang Tengah, Kota Tangerang berikut 5 paket sabu dengan berat kurang lebih 17 gram.

Kasat Narkoba AKBP Jonter Banuarea menambahkan, dihadapan penyidik, K dan AL mengaku mendapat sabu dari Hendra di Cengkareng Jakarta Barat. Minggu (6/8) polisi bergerak menuju ke Cengkareng.

“Disana kami menangkap SI seorang perempuan dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 2 paket,” ujarnya.

Senada dengan K dan AL, SI alias Sindi juga mengaku membeli narkotika dari sumber yang sama. Dia beli dari Hendra kekasihnya.

Dibawah pimpinan Kanit 1 Akp Riyanto SH petugas melakukan pengejaran terhadap tersangka Hendra. Kerja keras polisi berbuah manis. Hendra berhasil ditangkap di dekat RSUD Cengkareng. Darinya, polisi sita barang bukti 4 bungkus berat bruto 4 ons atau 400 gram. Turut juga disita sepucuk senjata jenis revolver berikut timbangan elektrik dan tas kecil.

“Dari hasil interogas, tersangka mengaku sudah 10 tahun kurang lebih menjual narkoba jenis sabu. Dia terakhir akhir membeli 5 kg sabu dari WW. Salah satu penghuni Lapas di Jakarta. Dan sabu tersebut sebagian telah dijual kepada kaki tangannya,” ujarnya.

Petugas kemudian membawa, Hendra untuk dilakukan pengembangan. Namun dalam perjalanan saat akan diminta menunjukan keberadaan WW, Hendra melawan. Petugas sudah lepaskan tembakan peringatan tapi tak digubris terpaksa ditembak mati.

“Karena membahayakan petugas, terpaksa pelaku kami tindak tegas,” tutup Jonter Banuarea.

Jonter mengungkapkan Sindi (21), salah seorang perempuan yang ikut ditangkap  merupakan kekasih dari bandar narkoba bernama Hendra, yang ditembak mati petugas.

“Dia ini teman dekat Hendra, ya bisa dibilang pacar. Dia dapat barang dari Hendra untuk dijual. Selain itu dia juga yang mengenalkan Hendra dengan orang-orang yang membeli barang tersebut,” kata JoKapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan.

Sindi ditangkap bersama dengan tersangka lainnya, yakni K (19), Al (24), dan Sudarso (27). Mereka mendapat barang tersebut dari Hendra di Cengkareng

Ditemui usai menjalani pemeriksaan Sindi mengaku baru dagang sabu. Dia terpaksa berjualan demi memenuhi kebutuhan anaknya yang masih kecil. Pasalnya, sejak berpisah dengan suaminya, Sindi kesulitasn membiayai kebutuhan anaknya tersebut.(ydh)

 

Komentar Anda

comments