Peduli Krisis Energi, UMN Gelar Seminar Energi Terbarukan


Peduli Krisis Energi, UMN Gelar Seminar Energi Terbarukan

Diterbitkan  Kamis, 20 / 07 / 2017 12:49

Seminar sehari tentang energi terbarukan di Lt. 3 Lecture Hall, New Media Tower UMN. (bd)

Palapanews.com – Sejak lama Indonesia telah dikenal sebagai saIah satu negara penghasil minyak, gas dan batubara di dunia. Dan kekayaan yang dimiliki tersebut merupakan modal untuk bisa menjadi negara besar.

Namun, sayangnya sejak tahun 2000 dan 2003, konsumsi minyak bumi Indonesia melebihi produksi sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara importir minyak bumi. Di sisi lain, Indonesia pun belum memiliki cadangan penyangga energi lain sebagai pengganti yang dapat memberikan jaminan pasokan dalam waktu tertentu, bila terjadi kondisi krisis dan darurat energi.

Ada beberapa rekomendasi yang harus dijaIankan biIa Indonesia tak ingin jatuh ke “Iubang” krisis energy. Sebagai contoh, upaya mengatasi ketergantungan terhadap impor minyak dari negara tertentu saat ini, mengharuskan Indonesia untuk Iebih agresif mencari sumber-sumber pasokan (energi fosil) baru.

Selain itu juga upaya melakukan perubahan radikaI untuk pembangunan energi baru dan terbarukan, seperti yang dilakukan oleh kementerian ESDM. Diantaranya menginstruksikan peningkatan alokasi sumber daya energi terbarukan dari 10%-25% dalam 15 tahun mendatang.

Melihat betapa pentingnya isu ketahanan energy, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang memiliki perhatian khusus terhadap isu Iingkungan dan krisis energi menggelar seminar nasional, Kamis (20/07/2017) di Kampus UMN. Seminar sehari bertajuk Seminar Ketahanan Energi Nasional (SINERGY 2017) ini mengusung tema ”Masa Depan Ketahanan Energi Indonesia & Peranan Energi Baru Terbarukan Dalam Kontribusinya Terhadap Ketahanan Energi Indonesia”.

Menurut Rangga Winantyo, Ketua Pelaksana SINERGY 2017, seminar ini menitikberatkan pada penggunaan energi yang terbarukan di Indonesia sebagai saIah satu aIternatif untuk meminimalkan kerusakan Iingkungan sebagai dampak kegiatan eksplorasi.

“Agar menemukan solusi terbaik mengenai permasaiahan tersebut, maka SINERGY 2017 diadakan untuk menjadi wahana diskusi dan bertukar pikiran dari berbagai unsur akademis, industri, pemerintah, dan masyarakat,” jela Rangga.

SINERGY 2017 akan mempertemukan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam ketahanan energi di Indonesia. Mereka antaraIain adalah: Dr. Eng. Ir. Tumiran, M.Eng. dari Dewan Energi NasionaI, Dr. Eng. Deendarlianto seIaku Ketua Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada, Dr. Abdul Muin dari SKK MIGAS, dan Ir. Rida Mulyana seIaku Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservsi Energi.

SeIain itu, SINERGY 2017 juga menampiIkan narasumber yang merupakan praktisi dalam bidang ini, yaitu Djoko Sidik Pramono dari PT SKY ENERGY dan Andi Nugraha dari WIKA Industri Energi. Masing-masing dari mereka membahas topik-topik yang reIevan dengan kondisi ketahanan energi Indonesia saat ini seperti; pandangan perusahaan, industrI, dan masyarakat terhadap ketahanan energi nasional, hambatan dan kesulitan yang dihadapi akibat kebijakan pemerintah, kesiapan Indonesia daIam menghadapi krisis energi, pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai bahan bakar dan kontribusinya terhadap ketahanan energi Indonesia, serta peluang bisnis di bidang energi terbarukan. (bd)

Komentar Anda

comments





Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!
RSS Feed!

Berita Terkini

  • Rabu, 20 / 06 / 2018 17:13

    Tinggi, Okupansi Mudik Gratis Kemenhub

  • Rabu, 20 / 06 / 2018 16:54

    MenPAN-RB: Besok PNS Mulai Masuk Kerja

  • Rabu, 20 / 06 / 2018 12:06

    Kota Tangerang Siap Pilkada 2018

  • Selasa, 19 / 06 / 2018 10:02

    Onde-onde Ketawa, Merekah Tanpa Dibelah

  • Selasa, 19 / 06 / 2018 8:00

    Bawang Putih Atasi Bau Kaki & Kutu Air