Ini Sejarah Perayaan Peh Cun di Kota Tangerang

Diterbitkan  Selasa, 30 / 05 / 2017 23:14

Palapanews.com- Masyarakat Kota Tangerang khususnya warga keturunan Tionghoa menghadiri Perayaan Peh Cun yang digelar di Bantaran Sungai Cisadane, Jalan Kali Pasir, Kecamatan Tangerang, Selasa (30/05).

Kemeriahan sudah terlihat dari mengularnya kendaraan menuju lokasi acara. Kendaraan roda dua, empat dan masyarakat, memenuhi sepanjang lokasi.

Perayaan Pehcun di Sungai Cisadane, Kota Tangerang adalah salah satu yang tertua di Indonesia. Menurut sejarahnya, perayaan yang digelar rutin oleh perkumpulan Boen Tek Bio ini, sudah ada sejak tahun 1910 dan selalu diisi oleh berbagai ritual dan tradisi unik. Sebelum diadakan di Sungai Cisadane, perayaan ini diadakan di kawasan Kota, Jakarta. Tapi karena sungai di sana mengalami pendangkalan, perayaan Peh Cun dipindahkan ke Sungai Cisadane.

Oey Tjin Eng, selaku Humas Panitia Peh Cun menuturkan, kegiatan Peh Cun kali ini, masyarakat Tionghoa melakukan persembahyangan untuk menolak bala dari cuaca ekstrim. Dilanjutkan dengan melempar bacang ke Sungai Cisadane, dengan makna menghormati jasa Qu Yuan dalam mempertahankan kebenaran demi membela negara.

Selain melempar bacang, ada juga tradisi buang bebek, yang dimana bebek tersebut dilempar ke sungai untuk ditangkap kembali dan sayap bebeknya terdapat pita yang berisikan doorprize yang bisa ditukarkan.

“Buang bebek itu buang kias atau buang sial, yang merasa dirinya ingin lepas dari bala. Ada 100 bebek yang dilepaskan. Nanti yang nangkep bisa dapet doorprize seperti dispenser, rice cooker, kipas angin dan lain sebagainya,” ujar Tjin Eng.

Seiring perjalanan waktu, perayaan Peh Cun yang sudah mengakar di masyarakat Kota Tangerang, membuat perayaan ini menjadi festival yang selalu menarik dan dinanti.

Penyelenggaraannya pun menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Kota Tangerang. Tapi yang terpenting, perayaan Peh Cun merupakan sikap menghayati kembali nilai-nilai patriotisme Qu Yuan, sambil terus melestarikan Sungai Cisadane agar tetap asri dan bersih. (ydh)

Komentar Anda

comments