Laba BFI Finance Tahun 2016 Naik 23%

oleh
BFI Finance. (ist)
BFI Finance. (ist)

Palapanews.com – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) berhasil mendongkrak asset dan profitabilitasnya di 2016 dengan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 23% menjadi senilai Rp 798 miliar. Secara umum kenaikan laba bersih terjadi karena perusahaan berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 3,2 triliun atau meningkat 14%  dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama lima tahun berturut-turut BFI Finance juga secara konsisten menunjukan performa yang meningkat, pertumbuhan piutang selama lima tahun terakhir mencatat angka sebesar 15% CAGR, jauh melampaui pertumbuhan industry yang hanya 7%.

“Pertumbuhan ini terbilang baik di tengah peningkatan yang kurang signifikan pada perkonomian nasional. Pada 2016 perekonomian Indonesia hanya tumbuh sebesar 5,0% sedikit meningkat dibandingkan 2015 sebesar 4,5%,” ungkap Presiden Direktur BFI Finance Francis Lay Sioe Ho kemarin.

Hal ini katanya, sejalan dengan data Departemen Keuangan RI yang mencatat angka pertumbuhan sector keuangan di 2016 mencapai 8,9% hanya meningkat 3,5% dari tahun sebelumnya.

“Tema perusahaan tahun 2016 yaitu “Innovate to Serve” mencerminkan komitmen kami untuk mengikuti perkembangan jaman, khususnya dalama hal evolusi industri dan dinamika pasar. Di tengah kondisi  pasar yang penuh tantangan, kami memilih untuk berjati-hati, namun tetap berinovasi dalam mencapai pertumbuhan,” papar Francis Lay.

Perusahaan, jelasnya, cenderung memfokuskan penyaluran pada portofolio dengan tingkat pengembalian yang lebih kuat sambil menjaga kualitas asset. Diakui, strategi ini menunjukan hasil berupa pertumbuhan portofolio piutang yang dikelola sebesar 7% dan total piutang bersih sebesar 17% di tahun 2016.

Hingga 31 Desember 2016 portofolio piutang yang dikelola BFI Finance mencapai lebih dari Rp 13 triliun, dimana kontribusi bisnis bisnis terbesar berasal dari segmen produk kendaraan roda empat sebesar Rp 8,980 miliar.

“Pembiayaan kendaraan roda empat bekas masih menjadi kontributor utama pembiayaan kami, yakni sebesar 69% dari piutang yang dikelola. Angka ini meningkat 14% dibandingkan tahun lalu,” jelas Sutadi, Direktur Pembiayaan Ritel BFI Finance.

Kontribusi pembiayaan kedua terbesar adalah kendaraan roda empat baru sebesar Rp 1.380 miliar  atau 11% dari total piutang yang dikelola. Sementara kendaraan roda dua bekas dan alat-alat berat berkontribusi masing-masing 7% dan 8% sebesar Rp 868 miliar dan Rp 1.097 miliar. Sedangkan diversifikasi bisnis sector baru yaitu mesin-mesin dan property menunjukan prosentase kenaikan yang fantastis dari tahun lau yaitu masing-masing; meningkat sebesar 48% dan 79%.  (rls/bd)

Komentar Anda

comments