Wasekjen PBNU Prihatin Warga Aceh Bertubi-tubi Diberi Ujian

Diterbitkan  Kamis, 08 / 12 / 2016 13:00

Wasekjen PBNU, Hery Haryanto Azumi. (ist)

Wasekjen PBNU, Hery Haryanto Azumi. (ist)

Palapanews.com- Warga Banda Aceh-Pidie Jaya benar-benar panik dan berhamburan keluar rumah saat jam masih menunjukkan sekitar pukul 05.03 WIB, Rabu (7/12/2016). Itu setelah, warga merasakan telah terjadi gempa bumi.

Beberapa menit berselang, BMKG mengeluarkan analisa bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 5.19 LU dan 96.36 BT, pada kedalaman 10 KM.

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh Eridawati mengatakan, gempa bumi hampir dirasakan di seluruh wilayah Provinsi Aceh dari Banda Aceh, Pidie Jaya, Khokseumawe, dan Meulaboh.

“Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan di daerah Banda Aceh dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau (III-IV MMI),” ujarnya, Rabu (7/12/2016).

Meski begitu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang.

“Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di daerah Banda Aceh-Pidie Jaya diimbau agar tidak terpancing isu tsunami karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami, terjadi di darat,” imbau Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh Eridawati.

Sementara itu, sejumlah kalangan ikut prihatin dengan musibah yang kembali menerpa masyarakat di Kota Serambi Mekah. Salah satunya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU, Hery Haryanto Azumi yang mengaku ikut prihatin atas musibah tersebut.

“Astagfirullah, ujian masyarakat Aceh datang bertubi-tubi. Apa yang dirasakan masyarakat Aceh saat ini tentu menjadi duka masyarakat atau bangsa Indonesia secara keseluruhan,” kata Hery di sela-sela agenda Halaqah dan Silaturahim Suriah PBNU dengan Ulama Ponpes Rais Suriah PCNU se-Jawa Timur.

“Kami berharap masyarakat Aceh yang terkena musibah ini diberi kesabaran dan ketabahan,” tambah mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu. (rls)

Komentar Anda

comments