Usai Minta Maaf kepada Wartawan, MS Buat Janji

Diterbitkan  Jumat, 28 / 10 / 2016 21:46

Pertemuan oknum guru di Tangsel dengan wartawan ditutup dengan do'a bersama. (bd)

Usai minta maaf MS (kerudung hitam) pada wartawan, pertemuan ditutup do’a bersama. (bd)

Tangerang – Akhirnya Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan menghadirkan oknum guru SDN 02 Parigi Lama, Pondok Aren, setelah aksi demo damai yang digelar sejumlah wartawan dari berbagai media, Jum’at (28/10/2016).

Dinas Pendidikan Tangsel memediasi MS, oknum ibu guru SDN 02 Parigi Lama‎ bertemu dengan puluhan wartawan media cetak, elektronik, dan media online, yang mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Tangsel di Kencana Loka XII BSD.

Didampingi Kepala SDN 02 Parigi Lama Titi Hatijah, sambil menundukan wajah, MS menemui kerumunan awak media tepat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Tangsel, setelah sekitar setengah jam para jurnalis melakukan orasi di pintu gerbang kantor.

“Saya atas nama pribadi minta maaf kepada rekan media atas sikap saya,” ucap MS sambil menunduk menunjukan rasa penyesalan. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya itu kepada media.

“Ini, pelajaran ke depan bagi saya,” tambah MS dengan nada suara bergetar menahan tangis.

Sebelumnya, Titi Hatijah, selaku kepala sekolah juga memohon maaf atas kekhilafan yang terjadi pada peristiwa tersebut. Dia mengatakan ke depannya akan melakukan pembinaan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Usai pernyataan maaf dari MS serta pihak sekolah kepada wartawan, baik yang dilakukan secara lisan maupun tulisan ditutup dengan do’a bersama untuk menetralisir suasana. Do’a dipimpin oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Tangsel.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo para awak media itu dipicu oleh sikap seorang oknum guru perempuan yang melempar amplop‎ ke arah wartawan yang ingin melakukan tugas jurnalistik di SDN 02 Parigi Lama, Pondok Aren.

Peristiwa terjadi berawal dari dua orang wartawan ANTV dan Jaktv, Milhan Wahyudi dan Ahmad Baiki meliput tentang adanya LKS yang berkonten narkoba. Mereka menolak diberi amplop, kemudian keduanya diusir sambil dilempari amplop yang ditolak oleh kedua wartawan tersebut.  (bd)

Komentar Anda

comments