Warisan sejarah di era modern

Diterbitkan  Kamis, 16 / 06 / 2016 8:00

Ilustrasi. (bbs)

Ilustrasi. (net)

MASYARAKAT dunia tengah dilanda perubahan arus globalisasi yang begitu cepat sehingga membuat pola pikir masyarakat global saat ini pun berubah,dalam kegiatan dan pekerjaan pun seringkali masyarakat ingin serba instan hal ini memicu kehedonisan dan pragmatis.seiring berjalannya waktu hal ini menjadi kebiasaan yang tak terhindarkan,peristiwa ini pun melanda masyarakat indonesia mulai dari anak muda sekolah,mahasiswa hingga orang tua banyak melakukan praktek tersebut sehingga secara tidak langsung menimbulkan karakter individualis yang acuh terkait persoalan bangsa,kesenjangan sosial,pendidikan,dan cagar budaya atau peninggalan peradaban dulu.bisa dibilang bahwa masyarakat sekarang adalah masyarakat modern yang mementingkan diri sendiri yang melupakan jati diri dan warisan sejarah atau cagar budaya.

Pada dasawarsa ini penyakit apatis pun timbul terhadap warisan sejarah. Warisan sejarah hanya dijadikan simbol dari sebuah keberadaan negara dan tidak lebih hanya sebuah masa lalu yang tak mungkin dapat berpengaruh diera ini,masyarakat telah jauh melupakan satu hal penting bahwa warisan sejarah merupakan jati diri suatu daerah dan bangsa dalam berjuang membebaskan diri dari sebuah perbudakan yang berjenjang sehingga leluhur meninggalkan sebuah bingkisan monumen sejarah sebagai warisan yang tak ternilai.

Warisan sejarah adalah sebuah bukti dan peradaban bahwa Terlepas dari kondisi fisiknya, peninggalan sejarah tersebut, bila dikaji secara seksama, memiliki arti penting bagi masyarakat dan juga pemerintah daerah maupun nasional untuk lebih memahami jati dirinya. Dalam arti luas, jati diri bukan hanya mengacu pada awal keberadaan masyarakat, tetapi mencakup jati diri masyarakat  dari generasi ke generasi yang menyangkut kiprah yang menunjukkan kepribadian dan budaya masyarakat yang bersangkutan.

untuk memahami makna peninggalan sejarah, kita harus memiliki kesadaran sejarah cukup tinggi. Dalam hal ini masyarakat mesti memiliki kesadaran untuk menjaga dan tetap melestarikan warisan sebuah peradaban ,masyarakat indonesia harusnya mengerti keterkaitan antara benda-benda peninggalan sejarah dengan peristiwa tertentu ,letak dan kadar nilai benda-benda itu, baik nilai sejarah maupun nilai budaya dan nilai lain serta makna yang terkandung dalam nilai benda-benda peninggalan sejarah.

Berlandaskan pemahaman akan hal-hal tersebut lebih-lebih bila disertai oleh pemahaman akan fungsi sejarah, akan dipahami bahwa fungsi,nilai, dan makna benda-benda peninggalan sejarah itu erat kaitannya atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari jati diri masyarakat daerah yang bersangkutan.
Itu menandakan bahwa warisan sejarah bukan hanya masa lalu untuk ditinggalkan tetapi sebagai suatu jadi diri yang harus dipertahankan dan ditanamkan sebagai paradigma,sehingga ketika dibenturkan dengan sebuah masa atau masyarakat berperadaban lain individual atau kelompok mempunyai jati diri untuk saling diagungkan.
Dalam hal ini pun pemerintah telah membuat UU tentang menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai warisan sejarah:

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010
TENTANG CAGAR BUDAYA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a. bahwa cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
b. bahwa untuk melestarikan cagar budaya, negara bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.
c. bahwa cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya.
d. bahwa dengan adanya perubahan paradigma pelestarian cagar budaya, diperlukan keseimbangan aspek ideologis, akademis, ekologis, dan ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam hal itu pemerintah juga menekankan bahwa cagar budaya adalah wujud dari pemikiran dan perilaku kehidupan bangsa atas dasar itu maka warisan sejarah ini tidak boleh diabaikan.
*Untuk itu pemerintah diharap mensosialisasikan peduli terhadap cagar budaya agar warisan budaya itu tidak punah dimakan rumput liar.
*Pemerintah juga harus lebih peka terhadap perkembangan cagar budaya.
*Kemudian pemerintah dan masyarakat ditekankan progres dalam melindungi,mengembangkan serta memanfaatkan cagar budaya sebagai warisan sejarah yang agung dari para leluhur pejuang zaman dulu. (*)

Penulis: Romi Romansyah, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

Komentar Anda

comments