Globalisasi Perekonomian Dalam Cegkeraman Kapitalisme

Diterbitkan  Rabu, 13 / 01 / 2016 7:50

Muhammad Faqih

Muhammad Faqih

SAMPAI detik ini globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia terutama di NKRI menjadi satu kekuatan mutlak, pasar yang semakin menjadi-jadi dengan tanpa rintangan batas teritorial.

Yang memaksakan globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat dan progres.

Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetisi layaknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) hari ini yang membuka pasar bebas.

Sehingga banyak menimbulkan peran Kapitalisme unggul dan membabi buta untuk meraih keuntungan dan mengakumulasi modal tanpa batas dan sekat. Dalam perkembngannya kapitalisme global ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian orang diberbagai belahan dunia terutama di NKRI tercinta kita.

Sebagai contoh dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi,  seseorang akan merasa ada sesuatu yang hilang jika dalam satu hari tidak melihat TV, membaca koran, ataupun membaca email Dengan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Perkembangan kapitalisme yang semakin mengglobal dapat mendorong terjadinya berbagai kondisi baru seperti.

Terciptanya berbagai inovasi yang memunculkan produk-produk yang ada. Kondisi ini menyebabkan melimpahnya produk dengan harga yang relatif lebih murah, sehingga meningkatkan persaingan, ang meng-alokasikan perusahaan multinasional untuk memanfaatkan keunggulan kompleks dalam negara, agar dapat memenangkan persaingan tersebut.

Misalnya meng-alokasikan industri yang padat karya untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih murah hingga dalam proses ini muncullah berbagai perusahaan multinasional, yaitu perusahaan yang mempunyai cabang di berbagai negara.

Dan terjadinya arus internasionalisasi dan perputaran modal yang sangat cepat yang menembus batas ruang dan waktu. Hingga modal yang berputar tersebut bergerak tidak hanya di sektor yang produktif tetapi juga yang spekulatif.

Cengkeraman Kapitalisme.

Cengkeraman kapitalisme yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian indonesia saat ini hanya melihat merk-merk terkenal dan merupakan produksi dari perusahaan besar Internasional, yang merupakan dampak dari globalisasi yang sudah terjadi di negara-negara di dunia termasuk NKRI.

Kapitalisme yang kita harapkan hendaknya disertai persyaratan bahwa semuanya harus berfungsi sosial di sektor dan bidang lain yang sangat dan teramat kapitalis yang tidak menguntungkan individual.

Maka perlu diingat, bahwa sebenarnya globalisasi merupakan gerbong awal bagi kelanggengan kapitalisme, globalisasi yang membuat negara-negara pro kapitalis negara yang tidak menghambat arus kapitalisme menyatu dalam hal ekonomi, membuat para kapitalis semakin mudah dalam melancarkan strateginya untuk menguasai perekonomian.

Ironisnya kapitalisme selalu dibuat berfungsi sosial melalui berpajakan, kekayaan dan pendapatan, system jaminan sosial, sistem perburuhan dan masih sangat banyak lagi perangkat, peraturan lembaga dan sebagainya yang membuat kapitalisme berfungsi sosial.

Sejauh ini dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memasuki kapitalisme global dalam masa sebelum krisis dan para penanaman modal asing cenderung dan meningkat.

Persoalan yang lebih besar dari hadirnya modal asing di Indonesia adalah apakah manfaat seluruhnya yang diperoleh pemodal asing di Indonesia dibagi secara adil antara pemodal asing dan bangsa Indonesia ?

Namun demikian, kapitalisme global juga dapat merusak perekonomian Indonesia selalu dikatakan bahwa modal asing membawa masuk modal, transfer teknologi, transter kemampuan manajemen dan membuka lapangan kerja berbagai kenyataan memberikan pelajaran bahwa kapitalisme membuka peluang untuk mengembangkan perekonomian yang cenderung hanya menguntungkan pemodal. (*)

Penulis: Muhammad Faqih, Presiden Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) Jakarta

Komentar Anda

comments